INDOZONE.ID - Seorang penumpang meninggal karena serangan jantung dan 30 lainnya terluka setelah penerbangan Singapore Airlines dari London ke Singapura mengalami turbulensi parah pada Selasa (21/5/2024) kemarin.
Berikut beberapa penjelasan tentang turbulensi pesawat, penyebab hingga seberapa sering terjadi.
Apa Itu Turbulensi Pesawat?
Turbulensi pesawat adalah gangguan udara yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, terutama pola cuaca yang tidak stabil yang memicu badai. Partikel air yang dihasilkan dari badai dapat terdeteksi oleh radar cuaca.
Clear Air Turbulence (CAT)
CAT adalah turbulensi yang terjadi tiba-tiba dan parah tanpa adanya awan, sehingga sulit diprediksi. Ini bisa muncul tanpa peringatan, membuat pesawat mengalami guncangan hebat.
Seberapa Sering Terjadinya Turbulensi Pesawat?
Menurut studi dari U.S. National Transportation Safety Board tahun 2021, turbulensi menyumbang lebih dari sepertiga insiden penerbangan yang dilaporkan dari 2009 hingga 2018. Meskipun sering mengakibatkan cedera serius, kecelakaan fatal akibat turbulensi sangat jarang. Insiden terakhir yang tercatat dalam database Cirium Ascend terjadi pada tahun 1997 dengan pesawat United Airlines Boeing 747.
Baca Juga: Momen Mendebarkan Situasi Turbulensi Dahsyat dalam Pesawat yang Menerjang Badai Ekstrem di Spanyol
Bagaimana Pilot Merespons?
Pilot merencanakan penerbangan dengan mempelajari prakiraan cuaca dan turbulensi, mengisi bahan bakar ekstra jika diperlukan, dan memantau radar cuaca selama penerbangan. Namun, CAT yang tiba-tiba bisa sulit diantisipasi.
Pesawat Mana yang Terbaik untuk Menghadapi Turbulensi?
Semua pesawat komersial modern dirancang untuk menahan gaya yang jauh lebih besar daripada yang dialami selama penerbangan. Menurut situs prakiraan turbulensi Turbli, pesawat Boeing 787-9 dengan "Gust Alleviation System" memiliki peringkat terbaik dalam menangani turbulensi, diikuti oleh Airbus A340-500/600.
Pentingnya Sabuk Pengaman Menghadapi Turbulensi Pesawat
Kejadian ini menyoroti pentingnya mematuhi instruksi kru dan selalu mengenakan sabuk pengaman saat duduk. Kru yang harus memeriksa sabuk pengaman penumpang adalah yang paling rentan terhadap cedera.
Baca Juga: Turbulensi Hebat, 37 Penumpang Air Canada Terluka Parah
Teknologi Baru Menghadapi Turbulensi Pesawat
NASA sedang mengembangkan sistem peringatan dini yang menggunakan mikrofon infrasound untuk mendeteksi turbulensi udara jernih dari jarak ratusan mil. Startup teknologi Turbulence Solutions juga mengembangkan teknologi untuk mengurangi hingga 80% turbulensi, meskipun membutuhkan pengujian yang ketat sebelum dapat digunakan.
Apakah Perubahan Iklim Penyebab Turbulensi Pesawat?
Penelitian dari University of Reading menunjukkan bahwa turbulensi pesawat bisa meningkat dengan perubahan iklim. Proyeksi masa depan mereka menunjukkan peningkatan dua hingga tiga kali lipat dalam turbulensi parah di pesawat jika iklim terus berubah sesuai prediksi. Namun, lebih banyak penelitian diperlukan untuk mengonfirmasi korelasi ini.
Dengan pemahaman tentang apa itu turbulensi pesawat, penyebab hingga seberapa sering terjadi, penumpang diharapkan dapat merasa lebih tenang dan siap saat mengalami gangguan udara selama penerbangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com