Senin, 22 JANUARI 2024 • 17:36 WIB

Apa itu Greenflation dan Hubungannya dengan Ekonomi Hijau?

Author

Ilustrasi greenflationd dan ekonomi hijau (freepik.com)

INDOZONE.ID - Greenflation adalah hal yang saat ini menjadi pembicaraan pada sosial media sesaat setelah Calon wakil predisen (cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming bertanya tentang inflasi hijau greenflation kepada cawapres nomor urut 3, Mahfud MD pada sesi debat cawapres di Jakarta, Minggu (21/1/2024)

Pada debat tersebut, Gibran menanyakan bagaimana cara mengatasi greenflation. Mahfud MD pun menjawab bahwa greenflation memiliki hubungan dengan ekonomi hijau. Dalam hal ini, ekonomi hijau adalah ekonomi sirkuler di mana sebuah proses pemanfaatan produk ekonomi diproduksi dan didaur ulang, tidak dibuat.

"Sehingga sebenarnya ekonomi sirkuler itu sudah menjadi kesadaran masyarakat. Nah oleh sebab itu, kalau untuk mengatasi inflasi itu tentu yang paling gampang kebijakan-kebijakan, diatur saja jatahnya," ujar Mahfud dalam debat tersebut.
Untuk mengenal greenflation dan hubungannya dengan ekonomi hijau lebih dalam, berikut ulasan yang dapat kamu simak! 

Apa Itu Greenflation?

Ilustrasi greenflation (linkedin.com)

Berdasarkan kamus Cambridge, greenflation diartikan sebagai kenaikan harga akibat peralihan ekonomi hijau.

Dilansir dari CobsInsight, konsep inflasi hijau ini merujuk kepada konsep kenaikan harga barang dan jasa (inflasi) sebagai konsekuensi transisi perekonomian saat ini ke perekonomian hijau atau ramah lingkungan (Net-Zero).

Pada dasarnya, konsep ini bermula dari pidato "A new age of energy inflation: climateflation, fossilflation, and greenflation," yang disampaikan pada tahun 2022 oleh Isabel Schnabel, Anggota Dewan Eksekutif European Central Bank.

Adanya kenaikan harga tersebut, terjadi karena perusahaan mengeluarkan anggaran lebih untuk transisi energi hijau yang lebih mahal dari fosil.

Baca Juga: Isu Lingkungan Jadi Kunci, Gibran Harap Debat Keempat Raih Suara Pemilih Muda

Apa Itu Ekonomi Hijau?

Ilustrasi ekonomi hijau (nuenergy.org)

Ekonomi hijau adalah konsep ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kelestarian lingkungan dan meminimalkan risikonya, sehingga tercipta kesejahteraan dan kesetaraan sosial.

Sistem ekonomi ini berusaha untuk mengurangi emisi karbon dan dampak negatif lainnya terhadap lingkungan. Ini dapat dicapai dengan menghemat energi, mengurangi limbah serta polusi, dan mempromosikan penggunaan energi terbarukan.

Salah satu bentuk dari langkah ini adalah dengan menetapkan aspek perubahan iklim dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Sosial (RPJMN) 2020-2024, yang salah satu upayanya adalah penggunaan rendah karbon.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga menyiapkan Green Growth untuk memitigasi perubahan iklim.

Hubungan Greenflation dengan Ekonomi Hijau

Energi ramah lingkungan (pioneeringminds.com)

Dengan seluruh penjelasan tersebut, maka jelas bahwa hubungan greenflation dengan ekonomi hijau telihat dari penawaran dan permintaan.

Menyadur Nordic Sustainable Investment, ketika upaya transisi menuju penghematan energi bahan bakar fosil berlangsung dengan cepat, permintaan akan melebihi pasokan, sehingga menghadapi kendala terhadap kapasitasnya.

Pada tahap ini, prinsip ekonomi bahwa permintaan melebihi pasokan menyebabkan kenaikan harga akan terjadi dan menyebabkan harga komoditas naik.

Ketika harga input teknologi energi terbarukan meningkat, biaya panel surya, turbin angin, dan baterai akan meningkat.

Baca Juga: Debat Cawapres, Mahfud Bahas Soal Penting Pemberantasan Korupsi

Jika hal ini terjadi, maka perusahaan-perusahaan energi terbarukan akan terpaksa membebankan biaya kenaikan harga ini kepada konsumen ketika mereka membangun kapasitas energi terbarukan, atau mereka harus berjuang untuk tetap bertahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU