Senin, 16 OKTOBER 2023 • 12:02 WIB

Tercemar Natural, Flora dan Fauna Ogah Tinggal di Air Sungai Kalipait Bondowoso, Ini Penyebabnya!

Author

Sungai Kalipait Bondowoso tercemar. (Z Creators/Deni Ahmad)

INDOZONE.ID - Air Sungai Kalipait yang terletak di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso disebut tercemar secara natural.

Hal ini menyebabkan di aliran sungai Kalipait tidak ditemukan flora maupun fauna yang berani tinggal.

Pencemaran secara alami ini berkat tingginya kandungan sulfur atau belerang di sungai tersebut.

Sungai Kalipait Bondowoso tercemar. (Z Creators/Deni Ahmad)

Kalipait adalah sebuah aliran hasil rembesan danau di kawah Ijen yang banyak mengandung elemen air asam pekat.

Di sungai itu terdapat kandungan seperti asam sulfat, klorida, fluoride dan senyawa H2S04 yang dapat menghasilkan kristal gypsum.

Kajian Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia (BPPTK) menyebutkan bahwa terdapat 100 gram gypsum di setiap 1 liter air di danau Kawah Ijen.

Hosnul Wahid, Tenaga Ahli Buddaya dan Pendidikan Masyarakat di Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso menjelaskan beberapa hal tentang Kalipait.

"Pada zaman kolonial Belanda, dibangun sebuah danau di Kawah Ijen yang difungsikan sebagai tempat pembuangan," katanya kepada ZCreators Indozone, Sabtu (14/10/2023).

Namun kemudian timbul celah akibat proses alam sehingga membuat air danau Kawah Ijen mengalir hingga ke Kalipait.

Sungai Kalipait Bondowoso tercemar. (Z Creators/Deni Ahmad)

Aliran sungai ini mengalir tidak hanya di wilayah Kecamatan Ijen, melainkan sampai ke Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo.

"Tingkat keasaman aliran Sungai Kalipait sangat tinggi. Mencapai Ph 0 karena mengandung sulfur. Jadi, Kalipait ini tercemar secara natural," sebutnya.

Untuk diketahui, kandungan Ph air normal yang layak dikonsumsi manusia antara 7-8.

"Saking asamnya air di Kalipait, jika airnya digunakan untuk berkumur saja maka gigi akan keropos," tuturnya.

Katanya, gigi yang terbentuk dari kandungan kalsium akan rusak jika bertemu dengan sulfur.

"Karena asam yang tinggi, tidak ada satupun flora dan fauna yang tinggal di aliran sungai Kalipait," jelasnya.

Mulai ditemukan flora dan fauna seperti ikan dan lumut jika air dari Kalipait bertemu dengan aliran sungai yang lain, sehingga kandungan asam menurun.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Z Creators

Author

Yayan Supriyanto

Head of Community

Deni Ahmad

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU