Kamis, 17 NOVEMBER 2022 • 11:00 WIB

KTT G20: Isi "Bali Leaders Declaration" Singgung Perang Rusia-Ukraina, Apa Bunyinya?

Author

Presiden Jokowi dalam KTT G20 (Reuters/Sonny Tumbelaka)

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 telah rampung diselenggarakan di Bali, Indonesia, pada 15 dan 16 November lalu. KTT G20 membuahkan Bali Leaders Declaration atau Deklarasi Pemimpin Bali yang salah satunya membahas perang Rusia-Ukraina.

Perlu diketahui, Deklarasi Pemimpin Bali berisikan 52 paragraf yang membahas berbagai hal di dunia. Perang Rusia-Ukraina, yang berlangsung sejak awal tahun ini hingga sekarang, ada pada paragraf ketiga.

Dalam paragraph ketiga, mayoritas pemimpin di KTT G20 menentang perang tersebut. Sebab, perang Rusia-Ukraina menimbulkan masalah-masalah lain saat dunia masih berjuang pulih dari pandemi Covid-19.

“Tahun ini, kita juga menyaksikan perang di Ukraina yang berdampak lebih buruk terhadap ekonomi global. Ada diskusi tentang masalah ini. Kami menegaskan kembali posisi nasional kami sebagaimana diungkapkan dalam forum lain, termasuk Dewan Keamanan PBB dan Majelis Umum PBB, yang dalam Resolusi No. ES-11/1 tanggal 2 Maret 2022, sebagaimana diadopsi oleh suara mayoritas (141 suara setuju, 5 menentang, 35 abstain, 12 absen) sangat menyesalkan agresi Rusia terhadap Ukraina dan menuntut penarikan penuh dan tanpa syarat dari wilayah Ukraina,” bunyi pargraf ketiga dalam Deklarasi Pemimpin Bali, Kamis (17/11/2022).

Presiden Jokowi dalam KTT G20 (Reuters/Willy Kurniawan)

Baca Juga: Presidensi Indonesia di KTT G20 Dapat Pujian dari Jepang

“Sebagian besar anggota mengecam keras perang di Ukraina dan menekankan hal itu menyebabkan penderitaan manusia yang luar biasa dan memperburuk kerentanan yang ada dalam ekonomi global - menghambat pertumbuhan, meningkatkan inflasi, mengganggu rantai pasokan, meningkatkan kerawanan energi dan pangan, dan meningkatkan risiko stabilitas keuangan. Ada pandangan lain dan penilaian berbeda terhadap situasi dan sanksi. Menyadari bahwa G20 bukanlah forum untuk menyelesaikan masalah keamanan, kami mengakui bahwa masalah keamanan dapat memiliki konsekuensi yang signifikan bagi ekonomi global,” sambung paragraf tersebut.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun beberapa kali menyingung perihal perang Rusia-Ukraina dalam KTT G20. Dia ingin perang diakhiri karena itu tidak hanya berdampak untuk generasi sekarang, tetapi juga di masa depan.

“Kita semua memiliki tanggung jawab, tidak hanya untuk masyarakat kita, tetapi juga untuk semua orang di dunia. Bertanggung jawab di sini juga berarti kita harus mengakhiri perang,” kata Presiden Jokowi, dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet (Setkab) Republik Indonesia, Kamis (17/11/2022).

“Jika perang tidak berakhir, akan sulit bagi dunia untuk bergerak maju. Jika perang tidak berakhir, akan sulit bagi kita untuk bertanggung jawab atas masa depan generasi sekarang dan mendatang,” tuturnya.

Baca Juga: Dana Hibah USD 600 Miliar Bisa Dorong dan Percepat Transisi Energi di Tanah Air

Meski begitu, ketegangan antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung hingga sekarang. Solusi atas perselisihan dua negera itu diharapkan bisa segera ditemukan.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU