Topan Sitrang menghantam pantai Bangladesh pada Selasa (25/10/2022) yang menewaskan sedikitnya 24 orang, serta menghancurkan rumah-rumah, banyak pohon yang tumbang sampai mengganggu jalan.
Sebagian besar korban yang tewas disebabkan karena tertimpa oleh pohon yang tumbang.
Baca Juga: Filipina Diterpa Badai Topan, Seluruh Lahan Pertanian dan Pedesaan Tenggelam
Sebelum terjadi Topan Sitrang di pantai Bangladesh, telah dilakukan evakuasi massal untuk menyelamatkan nyawa, namun jumlah penuh korban dan kerusakan hanya akan diketahui setelah komunikasi pulih sepenuhnya.
"Itu mengerikan. Sepertinya laut akan datang untuk menangkap kita," ucap seorang penduduk distrik Bhola, Mizanur Rahman yang dikutip dari Reuters.
"Kami menghabiskan malam tanpa tidur, yang bisa kami lakukan hanyalah berdoa." lanjutnya.
Sambungan listrik dan dan telepon sebagian besar telah terputus dan daerah pesisir menjadi gelap.
Baca Juga: Bangladesh Tolak Kecam Rusia, Negara Anggota NATO Lithuania Batalkan Kirim Vaksin Covid-19
Topan Sitrang di Bangladesh menerjang dari Teluk Benggala dengan angin berhembus hingga 88 kph dan gelombang badai sekitar 3 meter yang membanjiri daerah pesisir dataran rendah.
Penulis: Annita Rahmawati Dewi
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: