Jumat, 12 NOVEMBER 2021 • 09:59 WIB

Utamakan Estetika, Bobby Usulkan Proyek Flyover Gatot Subroto Jadi Underpass

Author

Wali Kota Medan, Bobby Nasution saat menghadiri rapat bersama Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Sumut Selamat Rasydi, dan Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumut Bambang Pardede di Kantor Wali Kota Medan (Istimewa)

Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengusulkan agar pembangunan fly over (jalan layang) Gatot Subroto diganti menjadi underpass (jalan bawah tanah). Hal tersebut dikarenakan kawasan tersebut merupakan pintu masuk ke Kota Medan dari arah barat meliputi Deliserdang, Binjai, Langkat serta da Aceh sehingga dari segi estetika harus terlihat menarik. 

"Jika fly over Gatot Subroto dibangun seperti tiga fly over yang sudah ada, saya menilai kurang tepat dari sudut estetika, sebab kawasan itu merupakan pintu masuk Kota Medan," ucapanya, seperti yang dikutip Indozone dari Antara, Jumat (12/11/2021).

Ia menerangkan ketiga fly over yang sudah dibangun di Kota Medan, yakni Pulo Brayan, Amplas dan Jamin Ginting tampak kumuh. Itu sebabnya ia tidak ingin flyover yang akan dibangun di Jalan Gatot Subroto seperti itu juga.

"Dari segi fungsi ketiga fly over sangat baik, tapi dari sudut estetika kurang menarik. Ditambah lagi di kawasan itu ada satu bangunan yang menunjang perekonomian. Atas dasar itulah saya mengusulkan dibangun underpass saja," tutur Bobby.

Namun menurutnya, apabila pembangunan underpass terkendala teknis genangan air, ia tidak menolak jika pembangunan fly over  tetap dilaksanakan. Akan tetapi didesain seperti fly over di Jakarta dan Bandung, Jawa Barat.

"Kita berkaca tiga fly over yang ada, kondisinya kaku, sumpek dan kumuh. Tidak layak jadi pintu masuk Kota Medan, sehingga dikhawatirkan menurunkan minat investasi di kawasan itu," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Sumut, Selamat Rasydi, mengatakan pihaknya akan mengkaji kembali keinginan Wali Kota Medan untuk membangun underpass, meski telah mempersiapkan desain pembangunan fly over.

"Kita survei kembali, jika memang memungkinkan. Dilihat dari segi estetika lebih pas kalau underpass. Kita bisa turun bersama-sama ke lapangan dengan tenaga ahli melihat langsung," pungkasnya. 
 

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU