Kapolres Tebingtinggi Dipanggil Kapolda Usai Dicopot, Kapolri: Pemimpin Harus Jadi Teladan
Usai dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Tebingtinggi, AKBP Agus Sugiyarso kini harus menghadap ke Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak untuk dievaluasi jabatannya.
Seperti diketahui, AKBP Agus dicopot tak lama usai video TikTok istrinya viral. Dalam video itu, istrinya, Eci Agus Sugiyarso, memamerkan segepok uang kertas berwarna merah yang diduga pecahan Rp100 ribu.
"Gak butuh disayang, butuhnya uang. Jujur aja ya genks hari gini jangan makan sayang doang, skincare mahal," tulis Eci dalam video TikTok-nya di akun @ ecimot512.
Irjen Pol RZ Panca pun geleng-geleng kepala usai menonton video tersebut.
"Itu tak boleh. Itu kebiasaan pamer uang. Untuk apa?" ujar Panca, Jumat (29/10/2021).
Panca pun menegaskan bahwa ia akan mengecek apakah istri Agus memang hendak pamer uang atau tidak. Ia berharap, anggota maupun pasangan anggota Polri bisa lebih bijak dalam bermedia sosial.
"Terhadap masyarakat juga, tidak hanya anggota polisi (agar bijaksana). Mungkin foto pamer uang, itu pamer apa benar? Itu nanti akan kita buktikan," ujarnya.
Yang Salah Dicopot
Pos Kapolres Tebing Tinggi akan diisi oleh AKBP Mochamad Kunto Wibisono, yang sebelumnya menjabat Karo Ops Polres Metro Jakarta Barat.
"Penyegaran organisasi. Komitmen Bapak Kapolri, yang salah dicopot," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Senin (1/11/2021).
Dengan adanya keputusan tersebut, Argo menegaskan, seluruh personel Polri harus mampu memiliki jiwa kepemimpinan yang mengayomi dan melayani masyarakat dan anggota dengan sangat baik serta menjadi prioritas.
Argo berharap, dengan adanya komitmen ini, bisa menjadi efek jera bagi siapapun personel Kepolisian yang melanggar aturan.
"Jadilah pemimpin yang teladan, bijaksana, memahami, mau mendengar, tidak mudah emosi, dan saling menghormati. Dengan begitu, Polri ke depannya akan semakin mendapatkan kepercayaan di masyarakat," ujar Argo.
Kapolri: Ikan Busuk Mulai dari Kepala
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menyinggung soal kepemimpinan dalam kepolisian.
Dalam arahanya, Sigit mengutip peribahasa 'ikan busuk mulai dari kepala', yang berarti segala permasalahan internal di kepolisian terjadi karena pemimpinnya bermasalah atau tidak mampu menjadi teladan bagi jajarannya.
"Ada pepatah, ikan busuk mulai dari kepala, kalau pimpinannya bermasalah maka bawahannya akan bermasalah juga," kata Sigit, dalam acara penutupan pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-30, Sespimen Polri Dikreg ke-61, dan Sespimma Polri angkatan ke-66, Rabu (27/10/2021).
Menurut Sigit, pimpinan harus jadi teladan bagi bawahan.
"Harus mulai dari pemimpin atau diri sendiri. Ini yang saya harapkan rekan-rekan mampu memahami. Hal yang dijalankan penuh keikhlasan akan menjadi buah keikhlasan. Tolong ini diimplementasikan, bukan hanya teori dan pepatah," ujar Sigit.
Sigit menegaskan komitmen untuk memberikan "reward" (penghargaan) bagi personel yang menjalankan tugasnya dengan baik dan bekerja keras untuk melayani serta mengayomi masyarakat.
Sebaliknya, ia akan memberikan sanksi tegas kepada personel yang tidak menjalankan tugas dengan baik atau melanggar aturan yang ada.
Bahkan Sigit tak akan segan-segan memenggal 'kepala' bila ekor tak bisa dibersihkan.
"Kalau tak mampu membersihkan ekor, maka kepalanya akan saya potong," tegas Sigit.
Artikel Menarik Lainnya:
- Dapat Orderan di Tengah Malam, Driver Ojol Ini Malah Berakhir di Pemakaman, Tegang!
- Salah Gunakan Ilmu Beladiri, 72 Pesilat di Jawa Timur Lakukan Kekerasan & Perusakan
- Warga Temukan Harta Karun Diduga Peninggalan Kerajaan Sriwijaya, Ini Wujudnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: