Perdana Menteri India, Narendra Modi tidak mau menerapkan lockdown nasional di saat negaranya terkena tsunami Covid-19. Namun beberapa negara bagian melakukan lockdown lokal.
Kini, beberapa kota yang sempat melakukan penguncian mulai dilonggarkan, seperti Delhi dan Mumbai. Kedua kota itu mulai melakukan pelonggaran pembatasan secara bertahap pada hari Senin kemarin saat kasus harian infeksi virus corona mulai mereda.
"Kita harus tetap aman dari infeksi corona dan juga mengembalikan ekonomi ke jalurnya," kata Kepala Menteri Arvind Kejriwal melalui Twitter pada Senin ketika beberapa toko dan mal dibuka.
Dilansir dari AFP, Selasa (8/6/2021), layanan Delhi Metro diizinkan beroperasi dengan kapasitas 50 persen.
Delhi melaporkan rata-rata 25.000 kasus harian pada puncaknya. Namun mulai turun menjadi 381 infeksi pada hari Minggu lalu, kata para pejabat.
Kini mal diizinkan dibuka kembali dengan pembatasan. Namun di daerah dengan tingkat infeksi yang lebih rendah seperti Nagpur dan Aurangabad, mal dibuka sepenuhnya.
BACA JUGA: Update Corona Dunia 8 Juni: 174 Juta Kasus, AS dan India Tertinggi
Pelonggaran lockdown ini disambut baik oleh para staf mal dan karyawan ritel. Sebelumnya, Asosiasi Hotel dan Restoran India Barat memperkirakan lebih dari dua juta orang kehilangan pekerjaan selama lockdown di Maharashtra.
"Kami sangat senang untuk membuka pintu kami lagi hari ini," kata seorang manajer restoran di Mumbai.
Namun para ahli memperingatkan bahwa meski kasus harian sudah turun di kota-kota besar, Covid-19 masih menyebar di daerah pedesaan dan beberapa negara bagian selatan.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: