Rabu, 31 MARET 2021 • 15:19 WIB

Gunung Berapi di Islandia Bisa Saja Meletus Bertahun-tahun, Menjadi Tempat Pariwisata!

Author

Tampilan gunung berapi yang meletus di Islandia. (photo/Dok. Asia One via REUTERS)

Sebuah gunung berapi di Islandia yang memuntahkan lahar ke langit sejak meletus Jumat lalu dapat melanjutkan tampilan spektakulernya selama bertahun-tahun, berpotensi menjadi objek wisata baru di pulau yang terkenal dengan keajiban alamnya. 

Ribuan orang Islandia telah berbondong-bondong ke lokasi letusan pada Semenanjung Reykjanes, sekitar 30 kilometer barat daya ibu kota, berharap terpesona oleh air mancur lava langka dan bahkan memasak makanan di atas lapisan magma yang menghanguskan. 

Rekaman drone yang direkam di atas kawah menunjukkan lava cair yang menggelegak dan menyembur, dan mengalir ke sisi gunung berapi. Melihat hal itu, profesor vulkanologi di Universitas Islandia, Thorvaldur Thordarson memberikan komentarnya kepada REUTERS.

“Ini adalah letusan turis yang sempurna,” ungkapnya.

"Dengan peringatan itu, jangan terlalu dekat." jelasnya. 

Untuk mengatasi timbunan pengunjung, pihak berwenang di Islandia mendirikan jalur pendakian sepanjang 3,5 kilometer atau 2,2 mil ke lokasi letusan dan sedang berpatroli di daerah itu untuk mencegah para penonton menjelajah ke daerah berbahaya yang tercemar oleh gas vulkanik. 

"Orang-orang mendaki dari berbagai arah ke daerah itu," kata Agust Gunnar Gylfason, manajer proyek di Departemen Perlindungan Sipil dan Manajemen Darurat, kepada Reuters.

Dia memperkirakan lebih dari sepuluh ribu orang telah berkelana ke lokasi itu sejak Jumat malam, beberapa di antaranya perlu diselamatkan karena cuaca yang buruk dan bepergian tanpa makanan yang cikup atau pakaian yang layak. 

“Jika turun di bawah tiga meter kubik, kemungkinan besar letusan akan berhenti,” kata Thordarson.

"Itu bisa berakhir besok atau masih bisa berlangsung dalam beberapa dekade."

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU