Minggu, 21 MARET 2021 • 19:54 WIB

Demi Hentikan Video Kekerasan, TikTok Blokir Sejumlah Akun Myanmar

Author

Kiri: Ilustrasi TikTok. (photo/Pexels/cottonbro). Kanan: Seorang pria saat menunjukkan penghormatan tiga jari saat dia ditolong di Thingangyun, Yangon, Myanmar, Minggu (14/3). (photo/REUTERS/Stringer)

Aplikasi berbagi video, TikTok melarang beberapa akun di Myanmar dalam upaya menghentikan penyebaran video kekerasan dan untuk mengontrol tersebarnya informasi yang salah.

Dilansir The Verge, Minggu (21/3), Rest of World melaporkan bahwa tentara pemerintah di Myanmar telah memposting ratusan video ke TikTok sejak militernya merebut kekuasaan pada Februari.

Video tersebut seputar mengenai propaganda pro-pemerintah tradisional, informasi yang salah yang dimaksudkan untuk membingungkan pengunjuk rasa, hingga ancaman dari tentara dengan senjata.

TikTok  "secara agresif memblokir" atau menghapus beberapa video awal bulan ini setelah media melaporkan tentang meningkatnya ujaran kebencian dan ancaman di negara Asia Tenggara itu.

Tetapi Rest of World melaporkan bahwa platform video pendek itu mengaku tidak bergerak cukup cepat untuk menghentikan penyebaran video yang mengancam dan konten kekerasan lainnya.

Baca juga: Lembaga Survei Sebut Anies Jadi Calon Presiden Pilihan Terbanyak Anak Muda di Indonesia

Reuters melaporkan, ketika para demonstran terus memprotes kudeta 1 Februari, lebih dari 200 orang telah tewas di Myanmar.

"Promosi kebencian, kekerasan dan informasi yang salah sama sekali tidak memiliki tempat di TikTok," kata juru bicara perusahaan dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email ke The Verge.

“Ketika kami mengidentifikasi situasi yang meningkat pesat di Myanmar, kami dengan cepat memperluas sumber daya khusus kami dan selanjutnya meningkatkan upaya untuk menghapus konten yang melanggar. Kami secara agresif melarang banyak akun dan perangkat yang kami identifikasi mempromosikan konten berbahaya dalam skala besar," lanjut pernyataan tersebut.

Juru bicara tersebut menambahkan bahwa TikTok akan terus melakukan investasi yang signifikan untuk menanggapi ancaman baru untuk menjaga TikTok di Myanmar sebagai platform yang aman.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Tags
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU