Rabu, 18 NOVEMBER 2020 • 07:48 WIB

Menangis, Ibu Noval Kecam Netizen yang Tuduh Eksploitasi: 'Apa Kami Harus Susah Terus?'

Author

Potret Noval berjualan donat hingga ketiduran (Istimewa)

Remaja penjual donat bernama Noval (15) kembali viral di media sosial. Potretnya yang ketiduran saat berjualan donat menjadi perbincangan netizen.

Noval dikabarkan berjualan donat setiap hari dari pukul 8 pagi hingga pukul 9 malam dan hanya istirahat saat bersekolah online.

Dalam foto viral tersebut, Noval berjualan di Jalan Timbul / Cipedak, Srengseng, Jagakarsa, kawasan Jakarta Selatan - Depok.

Banyak netizen yang ingin memberi donasi karena kasihan melihat Noval yang berjualan donat hingga ketiduran.

Namun, ada juga netizen yang menghembuskan kabar bahwa Noval terpaksa berjualan donat karena dieksploitasi oleh ibunya.

"Afwan.. Benar, anak ini namanya Noval.. dan siswa SMP Darussalam jl. Moch. Kahfi 2.. Anak ini beserta kk nya mmg di maanfaatkan oleh ibunya untuk mendapatkan donatur.. Padahal sdh banyak yg ingin membiayai sekolahnya, bahkan dari pihak sekolah sdh menggratiskan sekolahnya,

"Tp ibunya menolak.. Karna mengharapkan bantuan berupa uang untuk mereka.. Bahkan ada mahasiswa Universitas Pancasila membuka donasi untuk Noval di twitter. Dan pernah masuk tv jg acara hitam putih dan sudah mndptkan donasi, tp tetap sj anak ini n kk nya di suruh ibunya untuk berjualan donat di sana demi mendapatkan donatur,

"Ibunya banyak berbohong n menekan anaknya untuk berbohong.. Ayahnya tidak ada dan tidak diketahui keberadaannya. Demikian info yg sy dapat dari bagian kesiswaan SMP Daarussalam," beber akun Instagram prast_bakteri.

Berdasarkan penelusuran Indozone, kisah Noval yang berjualan donat ini memang sempat viral di akhir tahun 2019 silam. Kala itu dia berjualan donat bersama adiknya hingga larut malam dan berakhir ketiduran di trotoar.

Dia juga sempat diundang oleh salah satu stasiun TV dan ditawarkan untuk kembali bersekolah oleh pemerintah setempat.

Indozone kemudian menghubungi Yanti Ariyanti untuk mengklarifikasi mengenai isu eksploitasi terhadap Noval agar terus berjualan donat dan mendapat donasi dari netizen.

"Jujur sakit banget (mengetahui isu miring tersebut), kata ibu Noval, Yanti, kepada INDOZONE, Selasa (17/11/2020).

Yanti membantah tuduhan eksploitasi yang dilakukan terhadap anaknya. Dia menegaskan sudah hidup susah bersama anak-anaknya sejak kecil.

Baca juga: Dituduh Eksploitasi Anak untuk Berjualan Donat, Ibu Noval Membantah: Jujur Sakit Banget

Meskipun Noval sudah viral sejak tahun 2019 silam, namun dia dan saudaranya tetap berjualan donat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Uang donasi yang diberikan dulu telah digunakan untuk biaya operasional sekolah, biaya hidup, dan juga untuk membayar utang.

"Kalau tidak jualan, darimana kami makan? Darimana biaya hidup kami?" ujarnya dengan suara bergetar menahan tangis.

Sejak kembali viral, Yanti tidak menampik ada orang yang hendak memberikan donasi. Namun, kebanyakan dia tolak.

Dia lebih suka para donatur membeli donat miliknya, karena dengan begitu tidak hanya dia yang kecipratan rezeki, tapi juga orang-orang lain yang terlibat dalam proses pembuatan donat tersebut.

Apalagi saat ini ekonomi sedang sulit gara-gara pandemi Covid-19. Yanti mengucap syukur sejak kembali viral, pesanan donat untuknya mengalir deras.

"Dari kemarin saya hingga hari ini saya dapat pesanan 50 box donat," ujarnya.

Ibu Noval ini heran dengan netizen yang berkomentar seenaknya kepada keluarga mereka. Padahal keluarganya tidak meminta diviralkan dan hanya ingin berjuang mencari nafkah, namun masih dicibir netizen.

"Kenapa kalian berkata seenaknya? Apa kami harus hidup susah terus? Apa kami harus menderita terus?" ujarnya sambil menangis terisak.

Ibu Noval mengatakan dalam setahun ini memang tidak menemani Noval berjualan donat, karena kondisinya yang sakit-sakitan. Dia tidak mau anak-anaknya terlantar jika kondisi kesehatannya makin parah.

Meski dia hanya di rumah, bukan berarti Yanti berdiam diri malas-malasan. Dia berjualan online di rumah dan memasarkan apa saja yang bisa menghasilkan uang.

Yanti menambahkan bahwa keluarganya termasuk yang terdampak pandemi Covid-19, namun mereka tetap berusaha tegar dan tidak mau meminta-minta.

"Kami gak jualan 3 bulan lebih, pabrik tutup hampir 7 bulan. Tapi, kami berusaha supaya tidak meminta kesana-kemari. Saya tetap mencari donat yang lain, sampai pabriknya (yang biasa) buka," katanya.

Terkait sekolah Noval, saat ini dia sedang mengurus beberapa dokumen sehingga Noval tidak perlu membayar biaya sekolah.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Zega

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU