Telah terjadi ledakan di pemakaman non Muslim selama upacara peringatan Perang Dunia I internasional pada Rabu (11/10/2020). Ledakan itu terjadi di kawasan Al Balad, Jeddah, Arab Saudi di saat banyak konsulat asing berkumpul dalam perayaan tersebut.
Melansir Al Jazeera, para pejabat mengatakan setidaknya tiga orang terluka ketika sebuah alat peledak menghantam upacara internasional untuk memperingati akhir Perang Dunia I di sebuah pemakaman di kota Jeddah, Arab Saudi.
Beberapa negara memiliki perwakilan pada acara Rabu yang diadakan di pemakaman non-Muslim yang meninggal dan dihadiri oleh para diplomat asing.
Beberapa jam setelah insiden itu, otoritas setempat mengatakan seorang warga negara Yunani dan seorang petugas keamanan Saudi terluka dalam serangan tersebut. Pemerintah Inggris mengatakan seorang warga Inggris juga menderita luka ringan.
Thank you for trusting our authorities ???? this is the police man who got injured, he is recovered and well. pic.twitter.com/AJFhbPAlKz
— Mazen Bin Abdulrahman ???????? (@inceptionSA) November 11, 2020
Pernyataan Saudi yang disiarkan oleh kantor berita negara SPA mengatakan penyelidikan sedang dilakukan dan mengkonfirmasi bahwa beberapa konsulat yang hadir.
Seorang pejabat dari Yunani, yang menolak disebutkan namanya, sebelumnya mengatakan ada empat orang luka ringan, di antaranya satu orang Yunani, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Televisi Arab, menyiarkan dari luar pemakaman dan mengakui bahwa telah terjadi serangan yang melibatkan alat peledak, tetapi menekankan bahwa situasi keamanan sekarang stabil.
Tidak ada klaim tanggung jawab langsung dan tidak ada kata tentang motifnya.
Kedutaan besar di Inggris juga telah memberitakan kabar ini melalui akun Twitternya.
British Embassy press release following the attack at Jeddah Cemetery today. We strongly condemn this cowardly attack, wish those injured a prompt recovery, and support the Saudi authorities as they investigate this attack. pic.twitter.com/N9SU0QjdNp
— UKinSaudiArabia ???????? (@UKinSaudiArabia) November 11, 2020
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: