INDOZONE.ID - Sebanyak 1.992 massa pendemo diamankan oleh jajaran Polda Metro Jaya selama aksi demonstrasi di Jakarta berlangsung. Dari 1.992 massa itu, 285 di antaranya diduga kuat massa yang merusak fasilitas umum termasuk pos polisi.
"Dari 1.992 ada 285 yang ada indikasi perlu didalami lagi baik itu dia mengeroyok, bawa sajam ini masih kita dalami lagi untuk pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/10/2020).
Yusri mengatakan para massa yang diduga kuat merusuh itu statusnya belum menjadi tersangka. Namun, mereka diduga kuat berniat melakukan aksi kerusuhan bukan untuk melakukan aksi demonstrasi.
Baca juga: Bilang Demo Ganggu Fasilitas Umum, Iwan Fals Diserang Netizen
"Karena kejadian kemarin pengerusakan kita selidiki, ini mereka di sini termasuk teman-temannya juga, arahnya memang mau buat rusuh di Jakarta ini," ungkap Yusri.
Lebih jauh Yusri mengatakan massa yang diamankan mayoritas merupakan kelompok anarko. Anarko dalam arti kata yakni pelajar atau pekerja yang berniat melakukan aksi pengerusakan dan bukan untuk berdemo.
"Saya katakan ada indikasi dia adalah anarko tapi profesi beda-beda. Anarko itu orang niat buat kerusuhan. Siapa saja mereka itu ada pelajar, pengangguran hampir setengahnya itu anak STM kemudian ada mahasiswa, buruh pekerja," pungkas Yusri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: