Minggu, 16 AGUSTUS 2020 • 10:45 WIB

17-an Sepi, Penjual Pernak-Pernik: Tetap Bersyukur

Author

Sana, seorang penjual pernak-pernik Agustusan. (INDOZONEWilfridus Kolo)

Hari Ulang Tahun Kemerdekaan 17 Agustus 2020, sebentar lagi akan dirayakan. Masyarakat cukup antusias jelang perayaan ini. Tak jarang ditemukan umbul-umbul bercorak Merah-Putih atau warna-warni di sepanjang jalan. Mulai dari perkampungan hingga perumahan mewah.

Masyarakat yang mencari pernak-pernik untuk hiasan menyambut 17-an, menjadi berkah sendiri untuk para penjual umbul-umbul hingga bendera. Salah satunya adalah Sana (52), warga Kebayoran Lama, yang mangkal di Jalan Bintaro Utama, Sektor 1, Tangerang Selatan. Sejak awal Agustus ia, sudah menjual pernak-pernik untuk perayaan 17-an.

"Sudah jualan dari awal Agustus. Memang nggak laris kaya tahun lalu, karena mungkin banyak orang yang nggak keluar karena corona. Sampai sekarang juga masih sepi. Satu hari paling Rp150-an ribu dapatnya," kata Sana pada Indozone, di Bintaro, Minggu (16/8/2020).

Sana menjual bendera merah putih, ukuran kecil maupun besar, background merah putih bercorak Pancasila, hiasan teras rumah hingga bendera umbul-umbul dan bambu. Harga yang dipatok dari Rp5 ribu sampai Rp300 ribuan sesuai dengan ukuran. Harga paling mahal adalah backdrop dengan gambar Pancasila di badan bendera.

Sana mengaku ia telah 15 tahunan menjual pernak-pernik 17-an jelang Hari Kemerdekaan. Baginya tahun ini Agustusan paling sepi buat para penjual pernak-pernik 17-an. Jika musim Agustusan berlalu. Ia kembali ke pekerjaan hariannya sebagai penjual bingkai foto dan lukisan di pasar Kebayoran Lama.

"Kayanya ini 17-an paling sepi. Biasanya kalo dulu-dulu dapetnya bisa Rp300-500 satu hari. Sekarang Rp150-an aja udah, Alhamdullilah. Jadi ya harus disyukurin. Saya kalo abis Agustusan ya, balik lagi, jualan bingkai," ujar pria asal Cirebon ini.

Meskipun demikian, ia tak patah arang karena baginya hidup tetap harus bergerak. Apalagi saat ini, kondisi ekonomi sementara sulit. Semua harus bersyukur dan tetap bekerja untuk bertahan dan melalui semua kesulitan karena corona.

"Kalo bagi saya Hari Kemerdekaan tahun ini sepi. Tapi harus tetap semangat. Wong semua orang susah, harus tetap kerja buat bertahan. Yang penting disyukurin dan banyak berdoa biar semua masalah sekarang selesai," ujarnya.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU