Rabu, 05 AGUSTUS 2020 • 09:59 WIB

Harga Emas Melonjak ke Level Tertinggi US$2.000, Ini Kata Analis

Author

Ilustrasi emas batangan. (REUTERS/ Michael Dalder)

Harga emas di pasar spot melesat sebanyaknya 1,6% menjadi US$2.009,13 per ounce, dan menguat 1,4% jadi US$2.004,35 per ounce pada pukul 01.42 WIB. Demikian dikutip dari laporan Reuters, di Bengaluru, Selasa (4/8/2020) atau Rabu (5/8/2020) dini hari WIB.

Emas berjangka Amerika Serikat, yang juga melejit ke rekor tertinggi US$2.027,30 per ounce, ditutup melambung 1,7% menjadi US$2.021.

Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, ada tiga faktor yang mempengaruhi pergerakan emas, sehingga bisa menembus ke level tertinggi sepanjang sejarah. 

"Tunjangan pengangguran di AS sebesar US$1 triliun ini kemungkinan akan di ketok palu, karena akan diumumkan di akhir pekan, hari Sabtu. Sehingga pasar langsung bergejolak, sehingga terjadi lonjakan pada harga emas, itu yang pertama," ujar Ibrahim kepada Indozone, saat dihubungi pada Rabu (5/8/2020). 

Yang kedua, lanjut Ibrahim, pandemi virus corona yang terus menyebar, saat ini telah menimbulkan resesi di beberapa negara, baik di Amerika, Eropa maupun Asia. Hal itu menurutnya bisa saja membuat Bank Sentral Global menurunkan suku bunga negatif. 

"Jadi ini yang paling penting, karena suku bunga negatif inilah yang mengakibatkan harga emas kembali lagi mengalami penguatan," jelasnya. 

Kemudian penyebab yang ketiga, kata Ibrahim, yakni tentang keterlibatan Tiongkok di permasalahan Hong Kong. Menurutnya, hal ini menjadi bumerang bagi negara-negara baik di Eropa maupun Amerika. 

"Karena kita tahu Hong Kong itu adalah salah satu negara persemakmuran dibawah Inggris, sehingga ini akan memantik ketegangan pasar bahwa bisa saja ketegangan ini akan berlanjut," pungkasnya.


Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU