Kamis, 28 MEI 2020 • 16:37 WIB

Beredar Isu KKB Duduki Pos TNI-Polri di Nduga, Polda Papua: Itu Hoaks!

Author

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmas Musthofa Kamal. (Dok. Humas Polda Papua).

Sebuah informasi tersebar luas mengabarkan jika empat pos darurat milik TNI-Polri di Nduga, Papua berhasil diduduki oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Polda Papua memastikan jika informasi tersebut adalah informasi hoaks.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmas Musthofa Kamal mengatakan informasi itu mulai tersebar hari ini. Jubir Komnas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom disebut Kamal telah mengeluarkan rilis berisi klaim jika empat pos milik TNI-Polri telah dikuasai oleh KKB.

"Selain itu KKB menyebutkan telah merampas amunisi serta alat komunikasi lainnya milik TNI-Polri. Selain itu mereka telah menduduki empat Pos darurat TNI-Polri," kata Kombes Kamal saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (28/5/2020).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmas Musthofa Kamal. (Dok. Humas Polda Papua).

Dalam rilis itu, disebut-sebut KKB telah melancarkan serangan masif ke TNI-Polri sejak 18 Mei 2020 lalu. Dari informasi hoaks itu juga menyebutkan jika pasukan TPNPB berhasil merampas perlengkapan militer diantaranya 60 magasen peluru aktif dengan amunisi sebanyak 1.800 butir, peluru rantai tiga unit, 16 peluru roket basoka, 30 tas ransel, 12 buah ponsel kamera, enam HT, dua ponsel satelit inmarsat dan rhuraya, 15 buah rompi anti peluru, lima sepatu, baju-celana dan terpal.

Polda Papua menegaskan jika informasi tersebut merupakan informasi hoaks. Polda Papua hingga saat ini belum menerima laporan dari Polres jajaran jika terjadi penyerangan dari KKB di wilayah Kabupaten Nduga.

"Kami tidak pernah menerima laporan dari Polres jajaran terkait kejadian tersebut. Yang terjadi yaitu penganiayaan dan perampasan senjata api milik anggota Polri yang berada di Pos Pol 99 Polres Paniai pada hari Jumat tanggal 15 Mei 2020," ungkap Kamal.

Lebih jauh Kamal menyebut KKB pimpinan Egianus Kogoya kerap melemparkan isu provokatif serta menyebarkan berita bohong. Tentunya tujuanta hanya untuk membuat warga Papua panik.

"KKB pimpinan Egianus Kogoya terus melakukan provokatif dan menyebarkan berita atau informasi yang menimbulkan kepanikan warga di Papua khususnya di Kabupaten Nduga," kata Kamal.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU