Minggu, 22 MARET 2020 • 18:00 WIB

Pasien Covid-19 Bertambah, Pemerintah Terus Ingatkan Social Distancing

Author

Petugas PMI menyemprotkan disinfektan di lingkungan Lapas Klas 1 Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (20/3/2020). (INDOZONE/Arya Manggala)

Pasien positif virus corona atau covid-19 di Indonesia hingga hari ini terus bertambah. Kini, di angka 514 kasus. Tak henti-hentinya, pemerintah berharap masyarakat mematuhi protokol keamanan yakni social distancing.

"Saya tidak henti-hentinya menyampaikan beberapa langkah pokok yang dilakukan oleh pemerintah di dalam upaya pencegahan dan pengendalian covid-19 ini," kata Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Wabah Corona, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, Minggu (22/3/2020).

"Saya tidak segan-segan untuk mengingatkan kembali tentang bagaimana social distancing atau menjaga jarak pada saat melaksanakan kegiatan sosial bersama yang lainnya," sambungnya.

Social distancing (freepik)

Yuri berharap seluruh masyarakat mengikuti protokol keselamatan itu. Dia berharap masyarakat patuh hingga masyarakat itu sendiri bisa saling memantau lingkungan sekitarnya.

"Kami berharap bahwa kebijakan ini bisa diimplementasikan di seluruh masyarakat sampai dengan tahapan bahwa setiap komunitas mampu menjaga lingkungannya, saling mengawasi, saling mengingatkan dan kemudian saling membantu," papar Yuri.

Sejauh ini dia menilai masyarakat sudah semakin bagus dalam hal menjaga jarak. Sudah banyak masyarakat yang memahami protokol itu namun pemerintah disebutnya akan terus mengingatkan.

Dengan cara menjaga jarak merupakan salah satu cara paling efektif menghindari virus corona.

"Inilah salah satu cara yang paling efektif untuk menghindari, mencegah penularan dari satu orang yang sakit ringan sehingga merasa tidak sakit atau bahkan tanpa gejala sama sekali," papar Yuri.

Selain itu, Yuri juga mengimbau masyarakatnya yang memiliki gejala virus corona agar segera mengecek kesehatannya. Jika terbukti negatif, dia mengimbau agar masyarakat tetap waspada karena bisa saja masyarakat itu terkena virus corona pada hari-hari yang lain.

"Apabila dua kali dilakukan pemeriksaan dan ternyata negatif kita bisa meyakini bahwa saat ini sedang tidak terinfeksi tetapi bisa besok terinfeksi kalau upaya kontak dekat tidak dilakukan dengan baik," pungkas Yuri.


Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU