Sabtu, 13 JULI 2019 • 15:25 WIB

Ini Kata Pengamat Soal Pertemuan Jokowi Prabowo Di MRT

Author

Jokowi berdiskusi dengan Prabowo di atas MRT. (Antara/Wahyu Putro A)

Pertemuan antara Presiden terpilih Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang lama dinantikan, akhirnya terwujud hari ini, Sabtu (13/7/2019). Diawali dengan menumpang MRT bersama, pertemuan hari ini diakhiri dengan makan siang bersama. 

Perhatian khalayak ramai pun tertuju pada pilihan penggunaan MRT. Sejumlah pengamat menilai, pilihan tersebut bisa jadi memiliki makna-makna tertentu. Misalnya saja seperti yang disampaikan oleh Yuniarto Wijaya.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia ini mengatakan, pemilihan MRT sebagai tempat pertemuan, menunjukkan sesuatu yang bergerak, menjadi simbol bahwa kedua kubu bersatu dalam gerakan ke satu arah. 

"Jadi bukan bertemu dalam sebuah stagnasi atau diam di tempat, tapi bertemu dalam sebuah perjalanan. Selain itu, menyimbolkan kedua kubu ingin mengajak masyarakat ikut dalam rekonsiliasi. "Memberi pesan kuat kepada masing-masing pendukung untuk rekonsiliasi," terangnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies Jerry Massie mengatakan, pertemuan Jokowi Prabowo tidak masalah dilakukan dimana pun, apakah di atas MRT maupun di atas kuda sambil jalan-jalan.

"Pertemuan ini unik dan menjadi sejarah. Bagus juga di MRT, memberikan sign sebuah keakraban tanpa ada perbedaan. Pilihan tempat publik (MRT), lantaran Jokowi ingin menampilkan rekonsiliasi sosial. MRT, Mari Rekonsiliasi Terbuka," kata Jerry memberikan akronim MRT.

Adapun pengamat politik dari CSIS Arya Fernandes menilai, selian untuk menunjukkan efek dramatis, MRT adalah lokasi netral, bukan simbol politik tertentu. Penting bagi publik melihat, kedua pemimpin sudah sudah islah," ujarnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU