Presiden Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Sampaikan Belasungkawa
INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo dan KRL Commuter Line di RSUD Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (28/4/2026) pagi.
Dalam kunjungannya, ia menyampaikan belasungkawa kepada para korban sekaligus memastikan pemerintah akan segera mengusut penyebab insiden tragis yang menewaskan sejumlah penumpang tersebut.
Mengenakan peci hitam dan atasan safari berwarna krem, Prabowo didampingi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, dan Kepala Sekretaris Pribadi Presiden Rizky Irmansyah, tiba di RSUD Bekasi sekitar pukul 08.39 WIB.
Kedatangannya turut disambut oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, serta pejabat daerah setempat.
Baca juga: Begini Situasi Terkini Stasiun Bekasi Timur Pasca Kecelakaan Maut
Setibanya di RSUD Bekasi, Presiden Prabowo langsung memasuki ruang perawatan dan menemui korban.
Momen Presiden menjenguk korban yang saat ini dirawat di RSUD Bekasi berlangsung tertutup.
Dalam pernyataannya usai menjenguk korban, Prabowo menyampaikan rasa duka mendalam.
"Hari ini saya datang ke rumah sakit Bekasi, tentunya semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi, atas nama pemerintah," ujar Presiden Prabowo seperti dikutip dalam siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (28/4/2026).
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan segera melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan tersebut.
"Kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana," sambungnya.
Baca juga: Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, Perjalanan KRL Hanya Sampai Bekasi
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa hingga Selasa pukul 06.30 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 7 orang.
Selain itu, sebanyak 81 penumpang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan, serta sekitar 3 orang dilaporkan masih terperangkap di dalam rangkaian kereta.
"Meninggal dunia itu 7 orang, luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang, dan yang masih terperangkap sekitar 3 orang," ungkap Bobby.
Proses evakuasi sendiri berlangsung cukup lama, yakni sekitar 8 jam, karena dilakukan dengan sangat hati-hati demi keselamatan korban. Seluruh rangkaian Kereta Argo Bromo yang terdiri dari 12 gerbong juga telah berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke Stasiun Bekasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan transportasi publik, sekaligus mendorong evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Sekretariat Presiden