Kamis, 23 APRIL 2026 • 13:21 WIB

Momentum Hari Kartini, Wakil Menteri HAM Dorong Penguatan Pendidikan dan Kesetaraan Perempuan

Author

Wakil Menteri HAM Mugiyanto saat menghadiri Peringatan Hari Kartini ke-147 di Pendopo Kartini, yang berada di area Kantor Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Selasa 21 April 2026. (Pers rilis)

INDOZONE.ID - Wakil Menteri HAM Mugiyanto ingin memaksimalkan momentum Hari Kartini untuk menguatkan pendidikan dan kesetaraan perempuan.

Ia menilai, dalam konteks pembangunan sumber daya manusia (SDM), pemajuan hak asasi manusia (HAM), dan penguatan kesetaraan gender, pemikiran Raden Ajeng (R.A.) Kartini dapat dibedah serta dihidupkan kembali.

“Kartini tidak berjuang agar dikenang dengan seremonial. Kartini menulis, melawan, dan terluka agar perempuan Indonesia bisa berdiri sama tegak, berpikir sama tajam, dan bermimpi sama tinggi dengan siapa pun,” tegas Mugiyanto saat menghadiri Peringatan Hari Kartini ke-147 di Pendopo Kartini, yang berada di area Kantor Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), Selasa 21 April 2026, dikutip pada Kamis (23/4/2026).

Pria kelahiran Kabupaten Jepara ini menjelaskan bahwa R.A. Kartini pada masanya turut memperjuangkan hak-hak perempuan, khususnya hak atas pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan merupakan hak dasar setiap manusia. 

“Pendidikan bukan agar perempuan menjadi istri yang bisa diajak berdiskusi oleh suami, tetapi agar perempuan menjadi manusia yang utuh, serta menjadi manusia yang bisa memilih, menolak, dan memimpin,” ujarnya.

Mugiyanto juga menyinggung bahwa angka partisipasi sekolah perempuan saat ini telah mengalami peningkatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025, angka putus sekolah perempuan di jenjang SMA hanya ada di kisaran 2,14 persen. Persentase ini diketahui lebih tinggi di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). 

Baca juga: Panggilan Buat Content Creator! KemenPPPA Bikin Lomba Video Pendek Hari Kartini, Catat Syaratnya

Hal ini tidak terlepas dari faktor kemiskinan, perkawinan anak, serta anggapan bahwa perempuan tidak perlu menempuh pendidikan tinggi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perjuangan R.A. Kartini berfokus pada pembebasan perempuan dari keterbatasan akses pendidikan dan ruang berekspresi, sehingga nilai-nilai perjuangannya tetap relevan dalam menjawab tantangan perempuan masa kini. 

Ia menegaskan bahwa pendidikan perempuan merupakan hak fundamental yang harus dijamin tanpa diskriminasi, termasuk melalui pencegahan putus sekolah dan perkawinan anak. 

“Tema peringatan Hari Kartini ‘Perempuan Bermimpi, Perempuan Menginspirasi’ harus dimaknai sebagai ajakan untuk membuka ruang bagi perempuan dalam bermimpi, berprestasi, dan mengambil peran strategis di berbagai sektor kehidupan,” jelasnya.

Usai rangkaian acara, Mugiyanto berkesempatan mengunjungi Museum Kartini yang berada di kawasan yang sama. Ia turut mengikuti kegiatan mengukir kayu dan membatik bersama para pelajar dari berbagai sekolah serta komunitas perempuan di Jepara.

Turut hadir dalam peringatan ini Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Tengah, serta perwakilan masyarakat Kabupaten Jepara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pers Rilis

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU