Selasa, 21 APRIL 2026 • 17:27 WIB

Menteri ESDM Bahlil Umumkan Temuan Gas Bumi Jumbo di Kalimantan Timur

Author

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, beri penjelasan soal penemuan gas bumi jumbo di Kalimantan Timur (Kaltim). (ESDM)

INDOZONE.ID -  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan penemuan gas bumi jumbo di Kalimantan Timur (Kaltim).

Ia menyatakan gas bumi itu ditemukan di Sumur Geliga-1 Blok Ganal, lepas pantai Kaltim. Penemuan ini memiliki potensi 5 triliun kaki kubik (Tcf) dan 300 juta barel kondensat.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, beri penjelasan soal penemuan gas bumi jumbo di Kalimantan Timur (Kaltim). (ESDM)Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, beri penjelasan soal penemuan gas bumi jumbo di Kalimantan Timur (Kaltim). (ESDM)

Kamu harus tahu, temuan ini ada di Wilayah Kerja (WK) Ganal yang dioperasikan perusahaan Italia, ENI, dengan porsi kepemilikan 82 persen, sedangkan sisanya dipunyai Sinopec.

Sumur Geliga dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter pada kedalaman air sekira 2.000 meter, hingga menemukan gas bumi jumbo tersebut.

Baca juga: Menteri Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir Tahun, Simak Harga BBM per Hari Ini!

“Di era kondisi dunia yang hampir semua dunia sekarang menjaga cadangan mereka, sekali lagi kita bersyukur kepada Tuhan bahwa (penemuan) ini anugerah yang diberikan dan kita harus betul-betul fokus dalam rangka menjalankan perintah Bapak Presiden untuk mencari sumber-sumber minyak baru,” ujar Bahlil dalam konferensi pers Penemuan Gas Raksasa di Kalimantan Timur yang digelar di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin 21 April 2026, dikutip pada Selasa (21/4/2026).

Temuan ini merupakan sinyal positif di tengah kebutuhan yang terus meningkat. Ini pun sejalan dengan upaya Indonesia dalam memperkuat pasokan energi dalam negeri.

Selain itu, penemuan ini pun menegaskan bahwa potensi migas Indonesia masih besar, terutama di Cekungan Kutai, Kaltim.

Bahlil menilai ini merupakan penemuan besar. Ia menerangkan, produksi puncak ENI bisa mencapai 2.000 MMSCFD pada 2028, jauh lebih besar daripada sekarang yang menyentuh sekira 600 hingga 700 MMSCFD. Rencananya, produksinya akan terus ditingkatkan pada 2030 hingga mencapai 3.000 MMSCFD.

“Ini (penemuan) giant. Selain daripada gas, kita juga menemukan nanti di 2028, kita produksi kondensat itu kurang lebih sekitar 90 ribu barel. Dan, di 2029-2030, itu bisa tambah llagi menjadi 150 ribu barel hari (dari WK yang dikelola ENI),” jelas Bahlil.

Penemuan sumur Geliga ini memperpanjang catatan apik ENI di Cekungan Kutai. Sebelumnya, ENI menemukan cadangan juga di Geng North pada 2023 dan penemuan sumur Konta-1 pada 2025.

Penemuan Geliga ini terjadi setelah keputusan akhir atau Final Investment Decision (FID) untuk sejumlah proyek gas, yaitu Gendalo dan Gandang (South Hub), serta Geng North dan Gahem (North Hub).

Baca juga: Bahlil ke Kader Golkar: Jangan karena Perbedaan lalu Disingkirkan

Sementara itu, Bahlil turut menyampaikan penemuan sebelum sumur Geliga, yakni sumur Gula. Sumur Gula menghasilkan gas sekitar 2 Tcf dan 75 juta barel kondensat. 

Kombinasi sumber daya Geliga dan Gula diperkirakan bisa menghasilkan tambahan produksi hingga 1.000 MMSCFD gas dan 90 bpd kondensat.

Tak ayal, peluang percepatan pengembangan infrastruktur gas terintegrasi makin besar karena temuan gas jumbo di Blok Ganal. Penemuan ini tidak cuma berdampak positif pada peningkatan cadangan migas nasional.

Terkini, ENI tengah mengevaluasi skema penambangan yang bersinergi dengan proyek North Hub serta eksisting, seperti Kilang LNG Bontang. Tujuannya adalah mempercepat monetisasi temuan dan mengoptimalkan nilai tambah bagi negara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ESDM

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU