Selasa, 21 APRIL 2026 • 17:00 WIB

Membahas Kemunculan USS Miguel Keith di Selat Malaka: Cuma Transit atau Ada Misi Khusus?

Author

Kapal perang milik AS, USS Miguel Keith. (dok. surfpac.navy.mil)

INDOZONE.ID - Kapal perang Amerika Serikat, USS Miguel Keith terdeteksi melintas di perairan timur Belawan, Selat Malaka pada 18-20 April 2026. Kehadiran USS Miguel Keith di kawasan Indo-Pasifik pun ramai diperbincangkan.

Lalu, apa sebenarnya tujuan kapal perang ini? Apakah sekadar patroli rutin, atau ada pesan geopolitik yang lebih dalam?

Mengenal USS Miguel Keith

Kapal USS Miguel Keith (ESB-5) merupakan jenis Expeditionary Sea Base (ESB) yang dirancang untuk mendukung berbagai operasi militer, termasuk penanggulangan ranjau laut berbasis udara, operasi penerbangan Korps Marinir, serta misi pasukan operasi khusus.

Baca juga: Ini Kata Militer AS soal Klaim Rudal Balistik Iran Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Nama kapal ini diambil dari nama veteran Perang Vietnam dari Korps Marinir AS yang menerima penghargaan Medal of Honor, Miguel Keith.  

Saat bertugas, Lance Corporal Keith yang baru berusia 18 tahun merupakan penembak senapan mesin di III Marine Amphibious Force.

Kapal ini akan bertugas di bawah komando United States Seventh Fleet dan beroperasi di kawasan strategis Indo-Pasifik, mencakup wilayah sekitar Jepang, Korea, Filipina, Australia, hingga Guam. USS Miguel Keith mampu mendukung sekitar 250 personel di dalamnya.

Kenapa USS Miguel Keith Lewat Selat Malaka?

Sejauh ini, militer AS belum memberikan penjelasan detail terkait kehadiran USS Miguel Keith di Selat Malaka.

Namun, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengatakan, negaranya memang punya rencana untuk mengejar kapal Iran di perairan yang jauh dari Timur Tengah.

Bisa jadi, USS Miguel Keith melewati Selat Malaka untuk melakukan pengejaran di perairan Indo-Pasifik.

Tanggapan TNI AL

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul buka suara terkait kemunculan USS Miguel Keith di Selat Malaka. Ia mengatakan, kapal milik AS itu hanya melakukan transit atau Hak Lintas Transit (Transit Passage).

"Menanggapi kapal asing yang melintas di Selat Malaka, bahwa hak kapal, termasuk kapal perang yang melintas di perairan tersebut merupakan Hak Lintas Transit (Transit Passage)," kata Tunggul dalam keterangan resminya.

Tunggul mengatakan, hak tersebut dapat dipakai kapal asing lantaran Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran internasional.

Dia melanjutkan, hak transit tersebut sah menurut Pasal 37, 38 dan 38 United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS).

Apakah USS Miguel Keith Ancam Pertahanan Maritim Indonesia?

Dilihat dari sudut pandang pertahanan maritim Indonesia, kehadiran USS Miguel Keith bisa jadi pisau bermata dua,

TNI AL perlu memastikan kapal tersebut tetap berada dalam koridor “lintas transit” yang berlangsung terus-menerus dan langsung, tanpa melakukan aktivitas intelijen ilegal di wilayah perairan teritorial Indonesia.

Baca juga: Pesawat Tempur F/A-18 AS Jatuh ke Laut Merah dari Kapal Induk USS Truman

Sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif, Indonesia juga dituntut menjaga keseimbangan agar Selat Malaka tidak berubah menjadi ajang unjuk kekuatan militer yang berpotensi mengganggu arus perdagangan global bernilai triliunan dolar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA, Miguelkeithproject

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU