Minggu, 12 APRIL 2026 • 20:40 WIB

Serius Perangi Ikan Sapu-sapu, Pemprov DKI Perluas Area Operasi

Author

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tengah) di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

INDOZONE.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk memperluas operasi pembersihan untuk memerangi ikan sapu-sapu di seluruh wilayah Ibu Kota yang memiliki populasi tinggi.

"Saya meminta bukan hanya di Jakarta Pusat, di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk kita adakan operasi (pembersihan)," kata Pramono di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026).

Langkah ini merupakan kelanjutan dari pembersihan yang sebelumnya dilakukan di kawasan Jakarta Pusat, tepatnya di aliran kali sekitar Grand Hyatt dan Plaza Indonesia. 

Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah kota, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), serta petugas PPSU.

Baca juga: Puluhan PPSU dan Satgas SDA Turun Tangan Atasi Banjir di DI Panjaitan

"Yang di PI kemarin sebagai awal. Memang sudah cukup banyak, tapi tidak mungkin langsung bisa selesai. Tetapi ini menurut saya merupakan sesuatu yang bermanfaat dan memberikan kontribusi positif," ujar Pramono.

Ia menilai keberadaan ikan sapu-sapu berpotensi merusak tanggul dan mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.

"Kalau tidak dilakukan segera penangkapan, jumlah ikan sapu-sapu ini pasti ini akan berpengaruh pada ekosistem kita," katanya.

Baca juga: Pemprov DKI Bentuk Timsus untuk Selediki Penebangan Ilegal di Jakarta Selatan

Sementara itu, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok menyebut persoalan ikan sapu-sapu bukan hal baru dan sebelumnya pernah ditangani di Kali Ciliwung.

Setelah ditangkap, ikan-ikan tersebut akan dibawa ke Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) di Ciganjur untuk penanganan lebih lanjut.

"Bangkai ikan sapu-sapu yang telah mati akan dikubur karena daya tahan ikan sapu-sapu ini memang jika tidak dipastikan mati maka bisa hidup tanpa berada di air," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU