INDOZONE.ID - Grab Indonesia memberikan kejutan untuk para mitranya dalam hal ini lima mitra mereka yang sudah terpilih. Hadiahnya berupa umroh gratis yang diberikan oleh Grab.
Hadiah tersebut diumumkan langsung oleh Chief Executive Officer, Grab Indonesia, Neneng Goenadi. Hadiah tersebut diberikan dalam acara Grab buka puasa bersama media yang berlangsung hari ini di Roemah Kuliner, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026).
"Apa yang kami upayakan ini tanda kasih, tanda sayang, tanda kekeluaragaan kami karena kami satu keluarga besar dengan teman-teman mitra semua," kata Neneng di lokasi.
Baca juga: Grab Luncurkan 3 Program Makmurkan Driver Senilai Rp 100 M: Akademi, THR Lebaran hingga BPJS Gratis!
Baca juga: Grab Dukung Arahan Presiden Prabowo, Tingkatkan Taraf Hidup dan Perlindungan Pengemudi Ojol
Sontak, hadiah tersebut membuat kelima mitra terharu dihadalan awak media. Neneng sendiri mengungkap hadiah umroh ini juga akan diberikan kepada mitra terpilih lainnya.
"Buat teman-teman mitra pengemudi tidak hanya BHR, ada umroh untuk 100 orang mitra driver dan mitra marchend mudah-mudahan program yang kami buat bisa membuat maju, sukses," ucap Neneng.
Kelima mitra yang baru saja mendapat hadiah umroh ini antara lain mitra Grab Bike sampai Grab Car dari berbagai wilayah. Mereka diundang untuk menceritakan pengalaman inspiratifnya selama bergabung dengan Grab, salah satunya ialah Ibu Fika (44).
Fika sendiri merupakan mitra yang mendorong para kaum disabilitas untuk bergabung dengan Grab. Tentunya, hal ini membuat para kaum disabilitas memiliki pekerjaan dan penghasilan.
"Awalnya saya lulus sekolah tahun 99. Tahun 2000 saya kerja di retail sampai 2011 resaign, setelah itu saya mejalani event organizer sedikit dan 2019 saya daftar di Grab," kata Fika.
"Saya awalnya bertemu teman-teman di tahun 2017. Saya melihat dengan adanya UU ternyata tidak berjalan dimana seharusnya instansi kantor-kantor menerima teman-teman disabilitas nampaknya tidak berjalan terus saya arahkan yuk daftar meskipun hanya ojol," sambungnya.
Dari wilayah Manado, mitra Grab Bike bernama Jonatan juga ikut menceritakan pengalamanya bergabung dengan Grab. Di awal bekerja, dia mengaku mendapat penolakan disana terutama oleh ojek pangkalan.
"Saya sebelum di Grab kerja di bengkel, buka warung belum rejekinya. Gabung di Grab sejak 2018 merasa nyaman dan 2019 membuat komunitas," kata Jonatan.
"Awal-awal Grab di Kota Bitung banyak penolakan di ojek pangkalan. Saya jelaskan ke ojek pangkalan dari pada kita menolak ayolah gabung di Grab supaya kita sama-sama jalan dan mereka gabung di Grab," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan