Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 09:20 WIB

Pengamat Soroti Pernyataan Menhan soal Direksi Himbara, Dinilai Bukan Ranahnya

Author

Nasabah bertransaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Himbara di Jakarta. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

INDOZONE.ID - Pengamat politik dari Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, mengkritisi pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin terkait rencana Presiden Prabowo Subianto mengganti jajaran direksi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Ia menilai pernyataan tersebut berada di luar lingkup kewenangan jabatan Menhan.

Menurut Dedi, posisi Menteri Pertahanan memiliki fokus utama pada urusan pertahanan negara, bukan menyampaikan kebijakan presiden yang berkaitan dengan sektor ekonomi maupun perbankan.

“Cukup disayangkan jika pejabat publik yang memiliki kedekatan dengan Presiden seolah menjadi jubir, sementara Menhan punya tanggung jawab sendiri mengawal pertahanan nasional,” ujar Dedi saat dihubungi, Minggu (1/2/2026).

Ia menekankan bahwa komunikasi kebijakan strategis presiden idealnya disampaikan oleh pejabat yang memiliki fungsi dan otoritas di bidang tersebut, bukan oleh menteri di luar sektor terkait.

Dedi juga menyarankan agar Presiden memperkuat pemahaman para pembantunya mengenai batas peran jabatan masing-masing.

“Ada baiknya jika program retret Presiden diisi dengan materi proporsionalisme dan profesionalisme jabatan, agar tokoh yang mengemban amanah dapat bekerja sesuai ruang geraknya,” katanya.

Baca juga: Banggar DPR Desak Penyaluran Dana Rp200 Triliun dari Himbara Fokus ke UMKM

Lebih jauh, ia menilai pernyataan Menhan berpotensi memunculkan persepsi negatif di tengah publik, terutama terkait dinamika relasi kekuasaan di kabinet.

“Statemen Menhan di luar kapasitas kerjanya,” ujar Dedi.

Ia menambahkan, kecenderungan pejabat yang berbicara di luar bidang tugasnya dapat dipandang sebagai upaya menjadi perpanjangan suara Presiden, meski isu yang disampaikan bukan kewenangannya.

“Mereka mengutamakan membela atau menjadi perpanjangan lisan Presiden meskipun bukan wilayahnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani membantah adanya rencana perombakan direksi bank Himbara. Ia menegaskan belum ada pembahasan mengenai hal tersebut di internal pihaknya sebagai pemegang saham.

Baca juga: Dana Rp200 Triliun Dialihkan ke 5 Bank Himbara, CEO Danantara Sebut Bisa Perkuat Perbankan

"Kami di Danantara, sebagai pemegang saham di seluruh Bank Himbara, sejauh ini tidak ada pembicaraan mengenai hal itu," tegas Rosan ditemui di Wisma Danantara.

Di sisi lain, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto berencana mengganti jajaran direksi Himbara. Pernyataan itu disampaikan saat memberikan materi dalam Retret PWI di Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Kemenhan, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).

Sjafrie menyinggung adanya ketimpangan dalam penyaluran kredit bank milik negara yang dinilai lebih berpihak pada pengusaha besar.

"Bank Himbara itu lebih menertibkan pengusaha besar untuk dikasih kredit daripada pengusaha kecil. Oleh karena itu, Presiden akan memutuskan ganti semua direksi Bank Himbara. Sudah ada tata kelola baru untuk menertibkan BUMN,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA, Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU