INDOZONE.ID - Banjir terjadi di sejumlah wilayah Jakarta dan membuat jalan tergenang pada Minggu pagi (18/1/2026)
BPBD DKI mencatat hingga pukul 08.00 WIB, sebanyak 34 RT dan 19 ruas jalan tergenang, dengan ketinggian air bervariasi hingga 70 cm.
Jakarta Barat dan Jakarta Pusat menjadi wilayah terdampak terluas. Sejumlah warga bahkan harus mengungsi.
Banjir dan jalan tergenang akibat hujan.dengan intensitas tinggi yang turun sejak Sabtu malam (17/1/2026) hingga Minggu pagi.
Sejumlah wilayah dengan sistem drainase padat jadi titik paling rentan.
Baca juga: Detik-detik Kronologi Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros
Sebaran Banjir Jakarta di Permukiman Warga
Wilayah Jakarta Barat mencatat jumlah RT terdampak paling banyak.
Total ada 17 RT yang tergenang di empat kelurahan, dengan ketinggian air mencapai 45–60 cm di Kedaung Kali Angke.
Di Jakarta Pusat, genangan terpusat di Kelurahan Serdang dengan total 13 RT terdampak dan ketinggian air sekitar 30 cm.
Sementara itu, Jakarta Timur dan Jakarta Utara juga terdampak meski skalanya lebih kecil.
Baca juga: Viral Calya Edit Nopol Jadi Mirip Mobil Listrik Untuk Hindari Gage, Langsung Dicari Polisi
Genangan tercatat di Rawa Terate, Ancol, dan Pademangan Barat dengan tinggi air rata-rata 30–40 cm.
Secara keseluruhan, BPBD mencatat 34 RT tergenang di lima wilayah administrasi Jakarta.
19 Ruas Jalan Tergenang, Ini Titik Rawan Banjir Jakarta
Tak cuma permukiman, banjir Jakarta juga merendam 19 ruas jalan. Beberapa di antaranya merupakan jalur vital dengan volume lalu lintas tinggi.
Genangan terdalam tercatat di Jl. Karang Bolong Raya, Ancol, dengan ketinggian air mencapai 70 cm. Disusul Jl. Jembatan Tiga Raya dan Jl. Gaya Motor Raya yang terendam hingga 50–60 cm.
Di Jakarta Barat, genangan muncul di kawasan Kedoya, Grogol, hingga Cengkareng, termasuk Jl. Daan Mogot KM 13 dan Jl. Benda Raya.
Kondisi ini berpotensi memicu kemacetan dan risiko mogok bagi kendaraan.
Warga Mengungsi di Jakarta Barat
Dampak banjir tak berhenti di genangan. Di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat, sebanyak 12 KK atau 29 jiwa terpaksa mengungsi ke RPTRA Alur Anggrek.
Pengungsian ini bersifat sementara sambil menunggu air surut dan kondisi rumah kembali aman untuk ditempati.
Langkah BPBD Tangani Banjir Jakarta
BPBD DKI Jakarta memastikan seluruh unsur terkait sudah bergerak di lapangan. Personel dikerahkan untuk memantau genangan sekaligus berkoordinasi dengan Dinas SDA, Bina Marga, dan Gulkarmat.
“BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur terkait untuk melakukan penyedotan genangan,” demikian keterangan resmi BPBD Jakarta
BPBD Jakarta mengimbau warga tetap waspada, menghindari ruas jalan tergenang.
Masyarakat diharapkan juga segera menghubungi 112 jika terjadi kondisi darurat. Layanan ini gratis dan aktif 24 jam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BPBD DKI Jakarta