Jumat, 09 JANUARI 2026 • 10:05 WIB

Capai Swasembada Pangan, Ini Data Terbaru Produksi Beras Nasional Indonesia

Author

Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian meninjau porduksi padi (menpan.go.id).

INDOZONE.ID - Desa Kertamukti di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mencatatkan namanya dalam sejarah pembangunan nasional. 

Di wilayah inilah pemerintah secara resmi mengumumkan kembalinya Indonesia ke status swasembada pangan.

Ini menandai berakhirnya ketergantungan terhadap impor pangan strategis yang selama ini membayangi ketahanan nasional. 

Pengumuman tersebut disampaikan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025. 

Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan kemenangan strategis yang berkaitan langsung dengan kemerdekaan bangsa. 

Baca juga: Rute KRL Jabodetabek Terbaru Januari 2026 Lengkap Semua Jalur dan Transit

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada 7 Januari 2026, saya Presiden Prabowo Subianto mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan bagi rakyat Indonesia,” tegas Presiden.

Capaian ini terbilang mengejutkan karena terwujud jauh lebih cepat dari target awal. 

Pemerintah sebelumnya mematok waktu empat tahun untuk mencapai swasembada pangan, namun realisasinya berhasil diraih hanya dalam satu tahun pemerintahan.

Data Badan Pusat Statistik melalui Kerangka Sampel Area per November 2025 menunjukkan produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton. 

Angka tersebut naik 13,36 persen atau bertambah 4,09 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya. 

Baca juga: Geger Pramugari Gadungan Batik Air Sampai Naik Pesawat Berakhir Diamankan Polisi

Produksi ini melampaui kebutuhan nasional dan menghasilkan surplus sekitar 3,52 juta ton, sehingga sepanjang 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi.

Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa pencapaian tersebut menjadi bukti nyata kemampuan bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri tanpa bergantung pada negara lain. 

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa target swasembada empat tahun yang ditetapkan saat pelantikan berhasil dilampaui berkat kerja keras seluruh komunitas pertanian.

Keberhasilan ini juga membangkitkan memori swasembada beras 1984, ketika Indonesia diakui dunia dengan cadangan beras mencapai 2 juta ton. 

Pada masa itu, Indonesia bahkan mampu memberikan bantuan pangan ke negara-negara lain dan menerima penghargaan dari FAO.

Baca juga: Layanan 110 Kepolisian Ternyata Berlaku diseluruh Indonesia, Begini Cara Mainnya

Kini, lebih dari 40 tahun kemudian, Indonesia kembali menorehkan prestasi serupa. Presiden Prabowo Subianto menyebut pencapaian ini sebagai kehormatan besar yang harus dijaga secara konsisten demi masa depan bangsa.

Keberhasilan swasembada pangan didukung strategi terintegrasi pemerintah. Intensifikasi pertanian dilakukan melalui penggunaan benih unggul, modernisasi irigasi, optimalisasi lahan, pompanisasi, serta peremajaan alat dan mesin pertanian.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong ekstensifikasi dengan percepatan cetak sawah baru untuk menambah luas tanam nasional.

Reformasi besar-besaran tata kelola pupuk bersubsidi dilakukan melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025 yang menyederhanakan ratusan regulasi dan menurunkan harga pupuk.

Kebijakan strategis lainnya adalah penugasan Perum Bulog menyerap gabah petani langsung di lapangan dengan harga Rp6.500 per kilogram untuk semua kualitas.

Baca juga: Beri Penghargaan ke Belasan PPID, Bupati Sukoharjo: Keterbukaan Publik Dorong Partisipasi Masyarakat

Kebijakan ini mencatatkan pengadaan beras terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Cadangan beras pemerintah pun melonjak hingga 4,2 juta ton pada pertengahan 2025 dan berada di kisaran 3,24 juta ton pada akhir tahun meskipun sebagian telah disalurkan untuk stabilisasi harga dan penanganan bencana.

Dari sisi kesejahteraan, Nilai Tukar Petani pada Desember 2025 mencapai 125,35, tertinggi sepanjang sejarah. 

Rata-rata tahunan 2025 juga mencatatkan rekor tertinggi dalam 33 tahun terakhir.

Sektor pertanian turut mencatatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto sebesar 10,52 persen pada triwulan I 2025, tertinggi dalam 15 tahun terakhir, sekaligus menegaskan perannya sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi lintas sektor. 

“Swasembada pangan bukan hanya dari kami, tapi dari sinergi seluruh putra anak bangsa,” ujar Andi Amran Sulaiman.

Baca juga: Beri Penghargaan ke Belasan PPID, Bupati Sukoharjo: Keterbukaan Publik Dorong Partisipasi Masyarakat

Keputusan Indonesia menghentikan impor beras berdampak global. 

Harga beras dunia turun drastis hingga 44,2 persen seiring menurunnya permintaan dari salah satu importir terbesar dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Menpan.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU