MRT Beroperasi Sampai Jam 2 Pagi saat Malam Tahun Baru 2026, Ini Titik Perayaan di Jakarta
INDOZONE.ID - PT MRT Jakarta memperpanjang jam operasional khusus pada periode 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Layanan akan tetap berjalan sampai pukul 02.00 WIB.
Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, menyebut kebijakan ini diambil agar perayaan tahun baru bisa berlangsung aman dan nyaman.
“MRT Jakarta siap mendukung perjalanan masyarakat dengan tetap mengedepankan ketertiban, keamanan, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Rendy, Senin (29/12/2025).
Menurut Rendy, perpanjangan jam operasional MRT bukan sekadar soal waktu, tapi juga soal menciptakan situasi yang tertib dan kondusif di malam pergantian tahun.
Ia menegaskan bahwa MRT Jakarta ingin memastikan warga bisa pulang dengan aman tanpa harus terburu-buru atau bergantung pada kendaraan pribadi.
“Melalui kebijakan ini, kami ingin memastikan mobilitas masyarakat tetap terlayani dengan baik, tanpa mengabaikan aspek ketertiban dan kepedulian,” tandasnya.
Baca juga: CFN Saat Tahun Baru di Jakarta, Catat Ini Waktu Penutupan Jalannya
Tanpa Kembang Api
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan perayaan malam tahun baru kali ini digelar dengan konsep yang lebih sederhana.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut tidak akan ada pesta kembang api pada malam pergantian tahun.
“Saya sudah memutuskan untuk wilayah seluruh Jakarta, yang diadakan oleh pemerintah maupun swasta, kami meminta untuk tidak ada kembang api,” ujar Pramono.
Meski demikian, Pramono menyebut Pemprov DKI tidak akan mengatur perayaan kembang api yang dilakukan secara perorangan.
Namun, ia tetap mengimbau masyarakat agar menahan diri demi menjaga suasana pergantian tahun yang lebih empatik dan kondusif.
Perayaan Dipusatkan di 8 Titik, Bundaran HI Jadi Panggung Utama
Dalam rapat koordinasi terbaru, Pemprov DKI memutuskan mengurangi lokasi perayaan dari 14 menjadi delapan titik utama.
Panggung utama akan berlokasi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, dan akan dihadiri langsung oleh Gubernur, Wakil Gubernur, serta Sekda DKI Jakarta.
“Beberapa titik dikurangi, di antaranya Monas. Titik utama nanti ada di Bundaran HI,” jelas Pramono.
Atraksi Drone, Video Mapping, dan Doa Bersama
Sebagai pengganti kembang api, Pemprov DKI menyiapkan atraksi drone di Bundaran HI dan video mapping bertema “Jakarta Global City di Monas, dari Jakarta untuk Sumatra”.
Selain itu, doa bersama lintas agama akan digelar di seluruh titik perayaan sebagai simbol solidaritas nasional.
Perayaan ini juga disertai penggalangan donasi kemanusiaan bekerja sama dengan Baznas Bazis Jakarta dan Bank Jakarta.
Pramono mengungkapkan, Pemprov DKI telah menyalurkan bantuan dana sebesar Rp3 miliar serta toilet portabel ke sejumlah daerah terdampak, seperti Lhokseumawe, Tapanuli Tengah, dan Aceh Tamiang.
Tak hanya itu, Jakarta juga berkomitmen membantu pemulihan ekonomi daerah bencana dengan menyerap komoditas pangan dari wilayah terdampak.
“Kami siap menerima sepenuhnya komoditas pangan dari daerah terdampak,” kata Pramono.
Tetap Ada Hiburan, D’Masiv Siap Tampil
Meski tanpa kembang api, malam Tahun Baru 2026 di Jakarta tetap akan diisi hiburan musik.
Salah satu penampil yang dipastikan hadir adalah band D’Masiv, yang akan meramaikan panggung utama di Bundaran HI.
Perayaan sederhana, mobilitas tetap terjaga, dan solidaritas jadi pesan utama Jakarta menyambut 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta