Minggu, 07 DESEMBER 2025 • 16:51 WIB

Update Korban Jiwa Bencana Sumatra 940 Jiwa, Presiden Prabowo Pastikan Pemerintah Bekerja Cepat Salurkan Kebutuhan Warga

Author

Presiden Prabowo Subianto mencicipi menu makan siang untuk para pengungsi, yakni nasi dan ikan tongkol di tenda pengungsian korban bencana di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, pada Minggu, 7 Desember 2025. (Dok. Setpres)

INDOZONE.ID - Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (7/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, mencatat korban jiwa akibat bencana banjir mengerikan yang menghantam Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menyebabkan 940 orang meninggal.

BNPB juga mengungkapkan data lanjutan, yakni 276 hilang dan sekitar 5 ribu warga terluka.

Tak hanya itu, lebih dari 147 ribu rumah rusak, dengan 52 kabupaten terdampak di tiga provinsi.

Fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah, puskesmas, hingga kantor pemerintahan juga ikut porak-poranda.

Total ada 1.300 fasilitas umum rusak, termasuk 420 rumah ibadah, 199 fasilitas kesehatan, 234 gedung kantor, 701 fasilitas pendidikan, dan 405 jembatan. Kondisi ini membuat akses logistik terputus dan banyak desa terisolasi.

Baca juga: Kayu Gelondongan Bencana Sumatera Tumbang Alami dan Tidak Alami, 4 Perusahaan Dihentikan Sementara

Presiden Prabowo Kembali ke Aceh

Presiden Prabowo Subianto kembali ke Aceh untuk dan meninjau Bireuen pada Minggu (7/12). Kepala Negara, langsung menuju lokasi pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane. Jembatan ini salah satu jalur vital penghubung Bireuen–Takengon yang sempat terputus.

Dari dekat, ia melihat alat berat memperkuat fondasi jembatan dan timbunan batu gajah.

“Ini kita lihat salah satu jembatan Bailey yang dikerjakan. Mereka kerja terus, diharapkan satu minggu sudah bisa buka,” kata Presiden dikutip dari laman Setpres.

Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi terdampak banjir di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Senin, 1 Desember 2025. (Dok. BPMI Setpres)

Baca juga: Masjid Dikepung Potongan Kayu dan Batang Pohon Usai Banjir Bandang di Aceh Tamiang

Ia menambahkan bahwa jembatan ini akan membuka akses ke tiga jembatan lain menuju Bener Meriah dan Takengon.

Fokus Membuka Akses dan Memulihkan Mobilitas

Presiden menegaskan bahwa pemulihan jalur darat menjadi prioritas.

“Semua usaha kita kerahkan. Nanti semua jembatan kita akan perbaiki. Mudah-mudahan 1 sampai 2 minggu,” ujarnya.

Ia juga menerima laporan mengenai kerusakan bendungan dan ratusan hektare sawah yang rusak.

“Petani-petani tidak usah khawatir. Kalau sawahnya rusak, mereka akan balik memperbaiki,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo memastikan kebutuhan pangan masyarakat aman.

“Pangan akan kita kirim dari tempat lain. Cadangan-cadangan masih cukup banyak,” ucapnya.

Pemerintah bahkan akan menghapus kredit KUR bagi petani terdampak. 

“Karena ini keadaan alam. Kita akan hapus dan petani tidak usah khawatir,” tambah Presiden.

Kunjungi Pengungsi

Selain melihat pembangunan jembatan, Presiden Prabowo juga meninjau tenda pengungsian di wilayah Bireuen, yang kini dihuni 532 warga Dusun Kayee Jato.

Di tenda besar tersebut, sudah tersedia posko kesehatan, air bersih, dan dapur umum.

Suasana haru muncul ketika beberapa pengungsi menangis sambil menceritakan kondisi keluarga mereka.

Dengan suara pelan dan menenangkan, Presiden Prabowo membalas.

“Sabar ya, sabar. Pemerintah akan bekerja secepat mungkin,” ujar Prabowo.

Presiden pun menyambangi dapur umum, mengecek proses memasak, hingga mencicipi nasi dan ikan tongkol yang disiapkan untuk makan siang pengungsi. Ia memastikan logistik aman dan distribusi berjalan lancar.

“Kerja semua instansi baik. Bahu membahu sama rakyat, sama pemerintah daerah, polisi, tentara semua bekerja,” tuturnya.

Sebagai langkah percepatan, Prabowo menunjuk Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (KSAD) sebagai komandan percepatan perbaikan infrastruktur.

“Saya tunjuk nanti Kasad sebagai Satgas percepatan perbaikan jembatan untuk membantu PU dan pemerintah daerah,” ungkap Presiden.

Pasukan Zeni TNI akan dikerahkan untuk mempercepat rekonstruksi jembatan dan akses vital lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Setpres, BNPB

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU