UNUD Respon Sikap Nir-Empati Usai Tewasnya Mahasiswa dari Lantai 2, Janji Bakal Tindak Tegas
INDOZONE.ID - Beberapa hari lalu dihebohkan seorang mahasiswa Universitas Udayana yang tewas akibat loncat dari lantai 2 gedung FISIP. Diketahui, mahasiswa tersebut adalah Timothy Anugerah Saputra dari Program Studi Ilmu Politik.
Namun, setelah kejadian ini, beredar chat grup mahasiswa yang menunjukan sikap nir-empati terhadap almarhum Timothy.
“nanggung bgt klok b*nuh diri dari lantai 2 yak,” ujar salah satu mahasiswa di grup tersebut.
Selain itu, ada juga beberapa chat lain yang menunjukkan sikap nir-empati lain kepada almarhum tersebut. Ternyata, mahasiswa yang melakukan ini pun dari Program Studi Ilmu Politik juga.
Baca juga: Laporkan Polisi Bandel Kini Tinggal Scan QR, Simak Tata Caranya
Respon Universitas Udayana
Viralnya sikap nir-empati direspon oleh pihak Universitas Udayana. Dilansir dari laman instagram @univ.udayana, percakapan di grup tersebut ada setelah almarhum meninggal, bukan sebelum peristiwa terjadi.
“Dengan demikian, ucapan nir-empati yang beredar di sosial media tidak berkaitan atau menjadi penyebab almarhum menjatuhkan diri dari lantai atas gedung FISIP,” tulisnya.
Selain itu, pihak Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik juga sudah rapat mengenai isu ini dan akan diteruskan ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Universitas Udayana.
Baca juga: Kejari Bekasi Pulihkan Rp2,5 Miliar Keuangan Daerah dari Tunggakan Pajak dan Retribusi
Pihak Satgas PPK bakal melakukan penyidikan lanjutan sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku.
UNUD juga mengecam keras semua bentuk ucapan, komentar, serta tindakan nir-empati terhadap perundungan, kekerasan verbal, maupun tindakan nir-empatik.
Mereka juga menegaskan kalau tindakan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi dan etika akademik universitas.
Baca juga: Viral Gangster Serang Warkop di Jakpus Sampai Lepas Tembakan, 1 Pelaku Ditangkap
Mengaku Bakal Ambil Langkah Tegas
Pihak UNUD juga baka ambil langkah tegas buat setiap mahasiswa yang terlibat dari sikap nir-empati tersebut. Tapi bukan cuma itu, UNUD juga berencana perkuat sosialisasi tentang etika komunikasi publik dan penggunaan sosial media yang tepat.
UNUD juga mengaku akan memberikan sanksi buat para pelaku kekerasan di lingkungan kampus, sesuai dari hasil pemeriksaan Satgas PPK dan pihak otoritas.
Rektor UNUD, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana mengungkapkan belasungkawa atas apa yang terjadi pada almarhum.
Baca juga: Pangeran Andrew Resmi Lepas Gelar Duke of York Setelah Bertahun-tahun Diterpa Skandal
“Kami sangat berduka atas kepergian salah satu mahasiswa terbaik kami. Universitas Udayana turut merasakan kesedihan mendalam bersama keluarga, dan seluruh civitas akademik. Kami menegaskan bahwa kampus harus jadi ruang aman, berempati, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” ujar Ketut.
“Universitas akan menindak tegas setiap pelanggaran yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan kehormatan akademik,” sambungnya.
Baca juga: Krisis Pemerintah AS Terancam Ganggu Operasional Nuklir, Ribuan Pegawai Bisa Dirumahkan
Bakal Perkuat Program Kesehatan Mental
Atas kejadian ini, UNUD juga mengajak para civitas akademika buat jadikan peristiwa ini refleksi dan pembelajaran, khususnya nilai empati, rasa hormat, dan kepedulian.
Terakhir, UNUD akan memberikan pendampingan psikologis buat rekan-rekan mahasiswa maupun civitas akademika yang terdampak, dan berkomitmen buat mengembangkan program kesehatan mental di lingkungan kampus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@univ.udayana, Instagram/@zonamahasiswa.id