Rabu, 15 OKTOBER 2025 • 11:20 WIB

Heboh Tayangan Trans7 Diserang Netizen Hingga DPRD DKI, Begini Duduk Perkaranya

Author

Gedung Trans7, Jakarta. (ANTARA/Luthfia Miranda Putri)

INDOZONE.ID - Hastag boikotTrans7 kini tengah viral di media sosial, usai adanya tayangan yang dianggap menyinggung pondok pesantren di Kediri, Jawa Timur. Sejumlah pihak pun sampai memberikan respon terkait peristiwa ini.

Hebohnya berita ini bermula dari Trans7 melalui programnya, Xpose Uncensored, yang tayang pada 13 Oktober 2025 lalu. Pengisi suara dalam tayangan itu membahas soal kekayaan dan amplop pada kiyai.

"Kiai kaya raya tapi umat yang kasih amplop," ucap narator dalam tayangan yang sudah beredar di sosmed seperti dilihat pada Rabu (15/10/2025).

Usai tayangan itu muncul, kecaman dari netizen ikut bermunculan dan menganggap tayangan itu bersifat provokatif. Salah satunya akun x @na_dirs, menilai tayangan ini sudah melecehkan kiai.

"Menjelang Hari Santri Nasional, Trans7 justru memberi kado pahit bagi dunia pesantren. Tayangan mereka melecehkan para kiai, khususnya Romo Kiyai kami, KH Anwar Manshur, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo sekaligus Rais," tulis akun tersebut.

Meski begitu, terdapat sejumlah netizen yang membela tayangan Trans7. Netizen menilai tayangan Trans7 tersebut merupakan fakta situasi yang terjadi saat ini, salah satunya disuarakan oleh akun X @LilyAquina.

Baca juga: PBNU Protes Keras Tayangan Trans7 yang Dinilai Menghina Pesantren

"Gw sebagai mantan anak pesantren dukung penuh Trans7 untuk expose praktik2 feodalisme & pengkultusan di dalam tubuh pesantren. Betul ga semua pesantren seperti itu, tapi banyak banget yang begitu dan sudah saatnya untuk dihentikan karena telah mengarah ke pembodohan," tulis akun tersebut.

Dikritik DPRD DKI Jakarta

Pimpinan Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta, M Fu'adi Luthfi merespons isu yang tengah viral tersebut. Dia meminta pihak Trans7 bertanggungjawab atas tayangan mereka.

"Menuntut pertanggungjawaban managemen Trans7 dan menuntut keterbukaan pada proses produksi program yang tayang pada program Xpose Uncensored tentang Pesantren Lirboyo," kata Luthfi.

Dia juga mendesak Trans7 untuk menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat luas, termasuk kepada pesantren. Tak cukup sampai disitu, dia juga mengajak masyarakat untuk memboikot bahkan mengajak untuk unfollow akun sosmed Trans7.

"Mengajak publik secara luas untuk melakukan aksi boikot terhadap media Trans7 yang telah membuat konten produksi yang melakukan framing jahat melalui narasi audio visual secara terbuka di ruang publik, hingga merusak marwah pesantren dan ulama, serta menyakiti masyarakat luas," tuturnya.

Baca juga: Gus Yahya Protes Tayangan Xpose Uncensored: Hina Tokoh Pesantren

Selain itu, dia juga meminta KPI untuk bertindak dengan pertimbangan aspek hukum hingga etika jurnalistik.

"Mendesak KPI melakukan tindakan tegas dengan menjatuhkan sanksi tutup permanen pada program Xpose Uncesored," tuturnya.

Trans7 Minta Maaf

Melalui akun Youtube Trans7 Official, Production Director, Andi Chairil menyampaikan permintaan maaf atas tayangan tersebut.

"Berkaitan dengan isi berita salah satu program Trans7 yang menyangkut Pondok Pesantren Lirboyo, pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan permohonan maaf," kata Andi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU