Senin, 13 OKTOBER 2025 • 20:00 WIB

Stabilkan Harga, Wali Kota Makassar Gagas Program Pangan Murah Setiap Pekan

Author

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. (Muhammad Dzulkifli/Z Creators)

INDOZONE.ID - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak di Halaman Kantor Kecamatan Tamalate, Senin (13/10/2025). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Ketapang Kota Makassar dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-356 Sulawesi Selatan.

Program GPM Serentak digelar secara bersamaan di seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Di Makassar sendiri, kegiatan berlangsung di lima titik, yakni Kecamatan Tamalate, Panakkukang, Tallo, Wajo, dan Ujung Pandang.

Inisiatif ini bertujuan mendekatkan akses pangan murah kepada masyarakat sekaligus menekan harga kebutuhan pokok di tengah fluktuasi pasar.

Baca juga: Rayakan Hari Jadi ke-109 Kabupaten Sleman, Pemkab Gelar Pasar Murah di Candibinangun

Dalam sambutannya, Wali Kota Munafri menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya keberlanjutan program serupa untuk menjangkau masyarakat lebih luas.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi. Tapi ke depan, saya ingin kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan saat momentum HUT Sulsel. Idealnya bisa menjadi agenda rutin di kecamatan,” ujar Munafri.

Ia mengusulkan agar GPM dapat digelar secara bergilir di seluruh wilayah Makassar, dengan frekuensi minimal sekali seminggu.

“Misalnya tujuh kecamatan di minggu pertama, lalu delapan kecamatan di minggu berikutnya. Dengan begitu, masyarakat di semua wilayah bisa merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Selain menyoroti distribusi bahan pangan, Munafri juga mendorong penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS, bekerja sama dengan Bank Indonesia. Menurutnya, transaksi non-tunai tidak hanya efisien, tapi juga meningkatkan transparansi dan edukasi masyarakat terhadap teknologi finansial.

“Dengan transaksi digital, semua pencatatan bisa langsung termonitor dan meminimalkan kecurigaan. Sekaligus memberi edukasi kepada masyarakat agar lebih melek teknologi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan para camat dan lurah untuk memastikan kegiatan GPM benar-benar menyentuh masyarakat bawah, bukan sekadar formalitas seremonial.

“Kantor kecamatan adalah pusat pelayanan publik. Pastikan masyarakat merasa leluasa datang dan memanfaatkan program ini,” tegasnya.

Munafri menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh perangkat pemerintahan agar terus menjaga kekompakan dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.

“Pasar murah ini bukan hanya untuk warga di sekitar lokasi, tapi untuk seluruh warga Kota Makassar. Mari bersama hadir memberi solusi dan menjaga kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Baca juga: Banyuwangi Genjot Operasi Pasar Murah, Harga Pangan Stabil Hingga Kecamatan

Sementara itu, Kepala Dinas Ketapang Kota Makassar, Nirman Nisman Mungkasa, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM di Makassar melibatkan sejumlah mitra strategis, termasuk Bulog, PT Prima Food, pelaku UMKM, dan pedagang sayur lokal.

“Bulog menyiapkan satu ton beras dan 240 liter minyak goreng. PT Prima Food menyediakan produk ayam dan olahan, sementara UMKM menghadirkan beragam produk sayuran dan hasil olahan lokal,” terangnya.

Menurut Nirman, kerja sama lintas sektor ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas pangan serta mendukung ekonomi masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU