Selasa, 07 OKTOBER 2025 • 17:20 WIB

Perayaan HUT Ke-80 TNI akan Dievaluasi Imbas 2 Prajurit Gugur

Author

Warga menyaksikan atraksi terjun payung saat Upacara HUT ke-80 TNI di kawasan Silang Monas, Jakarta. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

INDOZONE.ID - Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 TNI. Ini lantaran dua prajurit gugur dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Kita akan evaluasi (perayaan HUT TNI),” kata Tandyo saat ditemui di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN), Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2025).

Tandyo tidak menjelaskan secara rinci aspek apa saja yang akan dievaluasi. Hanya saja, dia menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk memastikan gelaran serupa di masa depan dapat berlangsung kondusif, tanpa korban jiwa.

Perayaan HUT Ke-80 TNI tahun ini diwarnai duka setelah dua prajurit gugur dalam tugas saat persiapan kegiatan.

Kecelakaan pertama menimpa Prajurit Kepala (Praka) Marinir Zaenal Mutaqim dari TNI Angkatan Laut (TNI AL) pada Kamis (2/10/2025).

Baca juga: Kronologi Prajurit Marinir Gugur saat Latihan Terjun Payung Jelang HUT ke-80 TNI

Zaenal meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat melakukan prosesi terjun payung dalam latihan sailing pass atau parade armada laut di Teluk Jakarta.

Zaenal merupakan anggota Detasemen Intai Para Amfibi (Denjaka) yang tergabung dalam tim terjun payung simulasi tempur dalam rangkaian perayaan HUT TNI.

Beberapa hari kemudian, tepatnya Sabtu (4/10/2025), Prajurit Satu (Pratu) Johari Alfarizi dari Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) juga meninggal dunia. Ia terjatuh dari atas tank milik TNI AD di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Menurut Pangkostrad Letjen TNI Mohamad Fadjar, insiden terjadi saat Johari berada di atas tank yang tengah dipindahkan, menggunakan kendaraan transporter untuk keperluan acara puncak HUT TNI.

Johari jatuh dari ketinggian sekitar empat meter, mengalami luka parah dan patah tulang. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal dunia dalam perjalanan.

Santunan dan Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa kedua prajurit yang gugur dalam tugas tersebut diberikan kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat lebih tinggi serta santunan dari Asabri sebesar Rp350 juta untuk masing-masing keluarga.

Baca juga: Seorang Prajurit Kostrad Gugur dalam Kecelakaan saat Persiapan HUT ke-80 TNI di Monas

“Dapat santunan dari Asabri, satu orang untuk keluarga Rp350 juta, dan kenaikan pangkat luar biasa,” ujar Sjafrie di RSPPN, Jakarta Selatan, Selasa.

Kedua prajurit juga dimakamkan secara militer di kampung halamannya masing-masing, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan mereka.

Jenderal Tandyo menegaskan, evaluasi yang dilakukan oleh Markas Besar TNI (Mabes TNI) akan mencakup seluruh aspek pelaksanaan, mulai dari keamanan latihan, protokol keselamatan personel, hingga koordinasi antar matra.

“Evaluasi ini penting agar ke depan perayaan serupa bisa berjalan dengan aman dan tanpa mengakibatkan korban jiwa,” kata Tandyo.

TNI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan standar keselamatan dalam setiap kegiatan militer, termasuk perayaan nasional berskala besar seperti HUT TNI, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU