Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 12:00 WIB

Jagung Banyuwangi Surplus 146 Ribu Ton, TNI-Polri Gandeng Petani Wujudkan Swasembada Pangan

Author

Panen serentak kuartal III ini dipimpin langsung Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, di areal persawahan Lingkungan Wonosari, Kelurahan Sobo, Banyuwangi. (sumber: banyuwangikab.go.id)

INDOZONE.ID - Ketahanan pangan nasional kembali menunjukkan titik terang dari ujung timur Pulau Jawa. Pada Sabtu (27/9/2025), Banyuwangi menjadi salah satu episentrum gerakan swasembada pangan nasional melalui gelaran Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III.

Acara yang dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Nanang Avianto, dan Bupati Ipuk Fiestiandani ini bukan hanya seremoni, tetapi bukti keseriusan dalam mewujudkan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Rangkaian acara yang berlangsung di areal persawahan Lingkungan Wonosari, Kelurahan Sobo, dilaksanakan serentak dengan lokasi lain di Indonesia, dengan puncaknya dipimpin Kapolri Listyo Sigit Purnomo di Oku Timur, Sumatera Selatan.

Baca juga: Hadiri Panen Raya Jagung di Banyuasin, Wapres Gibran Minta Anak Muda Turut Serta dalam Inovasi Pertanian

Kehadiran seluruh jajaran Forkopimda Banyuwangi, mulai dari Kapolresta, Danlanal, perwakilan Dandim, hingga Kepala Bulog, menegaskan bahwa isu pangan adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi lintas sektor.

Kapolda Jawa Timur dalam sambutannya menekankan pentingnya komitmen bersama. “Ini komitmen bersama dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto,” ujar Kapolda.

Pernyataan tersebut diwujudkan melalui pendampingan langsung oleh jajaran Polri terhadap lahan jagung seluas 1.772 hektare.

Tidak berhenti di situ, Kapolda juga menyampaikan apresiasi dan motivasi. “Saya bangga atas kerja keras seluruh pihak, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga jajaran kepolisian. Semoga panen ini membawa berkah dan semangat baru untuk terus meningkatkan produksi,” katanya.

Dukungan moral dan teknis dari aparat keamanan ini menjadi energi positif bagi petani dalam mengelola lahannya.

Bupati Ipuk Fiestiandani secara khusus menyampaikan penghargaannya kepada semua pihak yang terlibat. “Terima kasih kepada Polri yang bersama-sama mengawal jalannya program. Juga kepada TNI, Bulog, dan semua pihak yang turut mendukung penuh,” kata Bupati Ipuk.

Kolaborasi segitiga antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan petani inilah yang menjadi kunci keberhasilan program ini.

Yang membuat panen kali ini spesial adalah kehadiran data empiris yang membanggakan.

Bupati Ipuk memaparkan perkembangan produksi jagung Banyuwangi dalam empat tahun terakhir. Produksi jagung pada 2022 mencapai 253.857 ton, kemudian 225.416 ton pada 2023, dan 209.078 ton pada 2024. Untuk 2025, capaian dari Januari hingga September sudah mencapai 193.542 ton.

Pencapaian paling membanggakan disampaikan langsung oleh Bupati Ipuk: “Setiap tahun Banyuwangi selalu mengalami surplus jagung, di mana hasil produksinya selalu lebih besar dari tingkat kebutuhannya. Seperti di tahun ini, sampai bulan September surplus 146.756 ton.”

Surplus sebesar 146.756 ton ini sangat signifikan, mengingat kebutuhan daerah hanya 46.786 ton.

Keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah produksi, tetapi juga dari distribusi hasil panen. Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, memaparkan pencapaian nyata di lapangan. Dari total 1.772 hektare lahan dampingan, 1.048 hektare sudah ditanami dan 433 hektare telah dipanen dengan hasil 1.445,46 ton.

Yang patut diapresiasi adalah sistem distribusi yang telah berjalan optimal. “Hasil panennya kurang lebih 1.445,46 ton. Pendistribusiannya melalui tiga jalur, yakni diserap Bulog sekitar 67 ton, pengepul 957,8 ton, dan sisanya 421 ton diserap oleh pengusaha serta pihak lain,” ungkapnya.

Sistem tiga jalur ini memastikan tidak ada hasil panen yang terbuang sia-sia, sekaligus memberi petani akses pasar yang beragam.

Program Panen Jagung Serentak ini merupakan implementasi dari Gerakan Penanaman Jagung Serentak seluas 1 juta hektare hasil kerja sama Polri dan Kementerian Pertanian.

Baca juga: Panen Raya Toddang Pulu, Bupati Syaharuddin Targetkan Sidrap Jadi Lumbung Pangan Nasional

Program nasional ini secara langsung mendukung target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. Dengan kontribusi surplus signifikan dari Banyuwangi, target swasembada pangan nasional pada 2025 semakin terlihat realistis untuk dicapai.

Keberhasilan Banyuwangi dalam mempertahankan surplus pangan ini menjadi contoh ideal bagaimana kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, dan aparat keamanan dapat menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Prestasi ini tidak hanya penting bagi Banyuwangi, tetapi juga bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Banyuwangikab.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU