Sabtu, 27 SEPTEMBER 2025 • 18:08 WIB

Prabowo Segera Panggil Kepala BGN Bahas Kasus Keracunan Program MBG

Author

Presiden Prabowo Subianto bersama Wapres Gibran Rakabuming Raka (ketiga kiri). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

INDOZONE.ID - Presiden RI Prabowo Subianto akan memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyusul meningkatnya kasus keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.

“Saya baru dari luar negeri tujuh hari, saya monitor ada perkembangan itu. Habis ini saya langsung akan panggil Kepala BGN dengan beberapa pejabat, kita akan diskusikan,” kata Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/9/2025).

Prabowo mengakui program MBG yang menyasar jutaan anak Indonesia berpotensi menghadapi berbagai hambatan.

“Ini masalah besar, jadi pasti ada kekurangan dari awal. Tapi saya juga yakin bahwa kita akan selesaikan dengan baik,” ujarnya.

Baca juga: Buntut Keracunan Massal, Program MBG Tuai Pro Kontra dari Masyarakat

Ia mengingatkan tujuan utama program ini adalah memastikan anak-anak mendapat asupan gizi memadai.

“Harus waspada jangan sampai ini dipolitisasi, tujuan makan bergizi adalah untuk anak-anak kita yang sering sulit makan,” tegasnya.

Prabowo mencontohkan masih banyak anak “makan hanya nasi pakai garam,” sehingga program ini penting untuk mengatasi persoalan gizi.

Pengawasan Ketat BGN

Kasus keracunan MBG dalam beberapa minggu terakhir membuat banyak siswa harus mendapat perawatan medis.

Sebelumnya, Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menegaskan seluruh dapur mitra yang pernah terlibat kasus keracunan telah menerima surat pemberitahuan resmi.

Baca juga: Dapur MBG di Baubau Belum Bersertifikat, Kasus Keracunan Massal Jadi Sorotan

“Hari ini sudah kami keluarkan surat kepada semua dapur yang sebelumnya bermasalah. Proses verifikasi kini jauh lebih ketat,” katanya, Jumat (26/9/2025).

BGN juga akan menurunkan tim inspeksi gabungan dari BPOM, Dinas Kesehatan, dan kepolisian untuk memeriksa dapur penyedia makanan.

“Jika kami menemukan dapur yang tidak memenuhi juknis, operasionalnya akan langsung dihentikan. Tidak ada toleransi dalam hal ini,” ujar Nanik.

Pemerintah berharap pengawasan ketat dan evaluasi menyeluruh dapat menekan kasus keracunan dan menjaga tujuan program MBG untuk meningkatkan gizi anak-anak di seluruh Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU