Kamis, 18 SEPTEMBER 2025 • 16:00 WIB

Digitalisasi Bansos Nasional Dimulai, Banyuwangi Jadi Daerah Uji Coba Perdana

Author

Uji Coba digitalisasi bansos mulai dilakukan di Banyuwangi (Humas Pemkab Banyuwangi) 

INDOZONE.ID - Pemerintah pusat mulai melakukan langkah besar dalam transformasi sistem bantuan sosial dengan meluncurkan program digitalisasi bansos

Banyuwangi menjadi daerah pertama yang ditunjuk sebagai lokasi percontohan nasional. 

Uji coba pendaftaran sudah berjalan sejak hari ini, Kamis (18/9/2025), dan diharapkan mampu memberi gambaran awal untuk penerapan berskala nasional.

Uji coba tahap pertama dilaksanakan di Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, serta Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. 

Baca juga: Suara Ojol yang Tak Ikut Demo 17 September: Mending Fokus On Bid Buat Keluarga

Kedua wilayah ini menjadi pionir pelaksanaan pendaftaran bansos berbasis digital yang digadang-gadang akan lebih transparan serta mengurangi potensi penyelewengan data penerima.

Mekanisme pendaftaran disiapkan dalam dua jalur. Jalur pertama adalah mandiri melalui aplikasi Portal Perlinsos, yang terhubung dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD). 

Jalur kedua diperuntukkan bagi masyarakat yang kesulitan mendaftar secara online, yakni melalui agen perlinsos. 

Agen ini sebelumnya sudah mendapat pelatihan khusus agar mampu membantu masyarakat.

Baca juga: BBM SPBU Swasta Langka, Pertamina Didorong Perbaiki Produk dan Layanan

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut bahwa saat ini terdapat sekitar 500 agen perlinsos aktif. Mereka terdiri atas pendamping PKH, TKSK, dan operator desa/kelurahan. 

“Masyarakat yang tidak memiliki perangkat atau kesulitan menggunakan aplikasi bisa menghubungi agen. Mereka akan turun langsung untuk menyisir masyarakat yang belum bisa daftar mandiri,” ujarnya.

Selain agen, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan operator SIKS-NG di desa/kelurahan. Petugas ini bertugas menginput dan memvalidasi data kemiskinan untuk Kementerian Sosial. 

Ipuk menegaskan keterlibatan kader dasa wisma juga menjadi strategi penting. Menurutnya, banyak warga yang layak menerima bantuan namun terlewat dalam pendataan sebelumnya.

Baca juga: Pemerintah akan Evaluasi Wamen yang Rangkap Jabatan

“Harapannya, dengan tambahan agen ini, jumlahnya bisa bertambah menjadi sekitar 2 ribu orang di Banyuwangi,” katanya.

Banyuwangi disebut siap sepenuhnya untuk melaksanakan uji coba. Pemerintah daerah berkomitmen berkolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga pusat guna menemukan formula terbaik. 

Ipuk menekankan bahwa uji coba ini sangat penting untuk memetakan hambatan sekaligus solusi sebelum diterapkan secara nasional.

Rahmat Danu Andika dari Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah menambahkan, selama tahap uji coba, hanya warga Banyuwangi yang bisa mengakses sistem pendaftaran. 

Baca juga: Program 3 Juta Rumah: KAI Bersinergi dengan Perusahaan Qatar Bangun 50 Ribu Hunian Vertikal

“Setelah uji coba di Kemiren dan Lateng berjalan, pendaftaran digitalisasi perlinsos secara keseluruhan di Banyuwangi akan dimulai pada Oktober mendatang," tuturnya.

Lebih lanjut, setiap warga yang mendaftar wajib memberikan izin akses data pribadi untuk proses verifikasi. Hasil verifikasi ini akan menghasilkan rekomendasi mengenai kelayakan penerima bantuan. 

Jika ada warga yang tidak puas dengan hasil tersebut, tersedia kolom sanggahan di portal perlinsos.

Program digitalisasi bansos ini nantinya akan menjadi basis penyaluran PKH dan BPNT tahun depan. Tahun ini, penyaluran masih mengacu pada sistem lama. 

Baca juga: Program 3 Juta Rumah: KAI Bersinergi dengan Perusahaan Qatar Bangun 50 Ribu Hunian Vertikal

Harapannya, data digital yang akurat akan membuat penyaluran lebih tepat sasaran sekaligus mengurangi potensi adanya penerima ganda atau tidak layak.

Langkah Banyuwangi menjadi pilot project ini diharapkan bisa menjadi model implementasi nasional, sehingga ke depan seluruh warga yang berhak bisa menikmati bantuan secara lebih cepat, mudah, dan transparan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemkab Banyuwangi

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU