Sabtu, 30 AGUSTUS 2025 • 11:40 WIB

Wapres Gibran Datangi RSCM dan RS Pelni, Jenguk Korban Demo

Author

Wakil presiden RI Gibran Rakabuming Raka. (ANTARA FOTO/Fauzan/foc/am)

INDOZONE.ID - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan RS Pelni, Jakarta, Jumat (29/8/2025) malam. 

Kedatangan Gibran ke kedua rumah sakit itu dilakukan untuk menjenguk sejumlah warga yang menjadi korban luka-luka akibat dampak bentrok massa aksi dan polisi.

Di RS Pelni, Wapres Gibran menjenguk Moh. Umar Amirudin, pengendara ojek online (ojol) yang sempat dikabarkan meninggal dunia, tetapi kemudian diketahui masih hidup, dalam keadaan sadar, dan menjalani perawatan.

Pada Umar, Gibran menanyakan luka yang dirasakan, serta situasi saat dia berada di lokasi kejadian. Gibran juga sempat menanyakan alasan Umar melewati jalan yang rawan.

Umar mengatakan, dirinya dia terpaksa lewat jalan itu karena banyak akses jalan ditutup saat aksi unjuk rasa berlangsung.

Baca juga: Pasca Ricuh di Jakarta, Pelayanan KRL Dipastikan Normal Hari Ini

Gibran kemudian meminta Umar untuk beristirahat.

“Istirahat yang cukup, tiga hari pulang,” kata Wapres Gibran ke Umar.

Umar pun mengangguk dan mengiyakan saran dari Wapres.

Gibran kemudian menyalami Umar dan anggota keluarga yang mendampingi Umar di RS Pelni.

Wapres kemudian melakukan dialog dengan seorang pria korban luka-luka, yang dirawat di bilik sebelah Umar.

“Tidur saja, tidur,” kata Wapres Gibran ke salah satu korban yang duduk saat Gibran mendatanginya.

Saat ditanya oleh Gibran soal keluhannya, pria itu menyebut mengalami luka-luka di kepala sehingga merasakan pusing. Dia mengaku menjadi korban saat bentrok apparat dan massa, Ketika dalam perjalanan pulang dari kantornya.

Baca juga: Presiden Prabowo Datangi Rumah Duka Ojol Malam Ini

Aksi unjuk rasa pada Kamis (28/8/2025), berlanjut hingga Jumat (29/8/2025) dengan diwarnai bentrok antara demonstran dengan polisi yang berupaya membubarkan massa. 

Eskalasi bentrok antara apparat dan demonstran meningkat pada Kamis malam, setelah kendaraan taktis (rantis) Barracuda Brimob melindas Affan Kurniawan hingga meninggal dunia. Affan, sebagaimana Umar, merupakan pengendara ojol yang sedang bekerja saat bentrok massa dan aparat berlangsung.

Beberapa jam setelah Affan dinyatakan meninggal dunia di RSCM, Jakarta Pusat, tujuh polisi yang berada di dalam Barracuda Brimob itu ditangkap dan ditahan oleh kepolisian.

Tujuh polisi itu pun menjalani pemeriksaan sejak Kamis malam hingga Jumat (29/8/2025), dan telah ditetapkan sebagai tersangka dan memakai baju tahanan. Pemeriksaan dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU