Selasa, 26 AGUSTUS 2025 • 14:40 WIB

Demo 25 Agustus Berakhir Anarkis, Anak STM Diduga Dimanfaatkan Pihak Tertentu

Author

Pengunjuk rasa menghindari tembakan gas air mata dari anggota kepolisian saat aksi 25 Agustus 2025 di Pejompongan, Jakarta. Aksi tersebut berakhir ricuh. (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)

INDOZONE.ID - Aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI pada Senin, 15 Agustus 2025, yang diwarnai kericuhan, dinilai sengaja dibuat anarkis. 

Pengamat politik Iwan Setiawan mengatakan, kehadiran anak-anak STM dalam aksi demo tersebut diduga disengaja untuk melakukan tindakan anarkis.

"Kalau saya lihat aksi kemarin memang sengaja dibuat anarkis dan ricuh. Bisa dibilang di aksi kemarin itu ada kepentingan politik juga yang menumpang," kata Iwan di Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Baca juga: Demo Ricuh di Gedung DPR, Polda Metro Jaya Terima Laporan Pengeroyokan hingga Perusakan

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu tak menyebut pihak mana yang menjadi penunggang gelap dalam aksi demo ini. Dia juga tak menjelaskan kepentingan politik yang dimaksud.

Dia hanya menyebut aksi demo di depan Gedung DPR kemarin sudah masuk dalam kategori aksi provokatif, yang ingin memancing kericuhan yang lebih besar lagi dengan kehadiran anak-anak STM.

Penilaian ini muncul karena terjadi perusakan fasilitas umum, hingga pembakaran kendaraan milik warga sipil di jalanan.

Baca juga: KPAI Sebut TikTok Jadi Informasi Cepat Dorong Pelajar SMP-SMA Ikut Demo Ricuh di DPR

"Memang anak-anak STM ini kan gampang dimobilisasi dan diprovokasi, dan gampang juga diajak anarkis.," kata Iwan.

Hal ini, lanjut dia, berbeda dengan gerakan aktivis dan mahasiswa, yang diyakininya akan fokus pada ideologi dan tuntutan agar sampai pada sasaran.

"Kalau anak STM kemarin itu, bukan lagi fokus pada tuntutan aksi, malah fokus anarkis. Nah, inilah yang kemudian dimanfaankan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan, kata Iwan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU