Selasa, 26 AGUSTUS 2025 • 14:13 WIB

Fakta Kematian Brigadir Esco, Leher Terikat di Pohon hingga Luka Benda Tumpul

Author

Ilustrasi mayat penemuan mayat Brigadir Esco. (Freepik)

INDOZONE.ID - Brigadir Esco Faska Rely, anggota Polres Lombok Barat, ditemukan tewas dengan kondisi leher terikat di bawah pohon perbukitan Desa Jembatan Gantung, Nusa Tenggara Barat (NTB). Autopsi mengungkap adanya tanda kekerasan di tubuhnya.

Polisi kini mendalami kasus ini, termasuk membuka ponsel korban yang terkunci.

Penemuan jasad bermula saat warga Dusun Nyiur Lembang Dalem, Lombok Barat, dikejutkan dengan temuan jasad Brigadir Esco pada Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 11.30 WITA.

Ia ditemukan dalam posisi terlentang, leher terikat tali di bawah sebuah pohon.

Identitas korban dikenali lewat pakaian, ponsel, jam tangan, dan kunci motor yang ada di kantong celananya. Setelah evakuasi, polisi langsung melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti.

Tanda Kekerasan

Direktur Reskrimum Polda NTB, Kombes Pol. Syarif Hidayat, menyebut ada bekas hantaman benda tumpul di tubuh korban.

"Dugaan sementara ada (luka) benda tumpul," ujarnya dilansir Antara, Selasa (26/8/2025).

Baca juga: Fakta Baru Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru, Keluarga Dikirim Amplop Cokelat Misterius

Hasil autopsi di RS Bhayangkara Mataram juga menunjukkan indikasi kekerasan di leher korban.

"Kekerasan di leher korban," kata Syarif.

Bukti ini memperkuat dugaan adanya penganiayaan yang berujung pada kematian Brigadir Esco.

Saat ini penyelidikan masih ditangani Satreskrim Polres Lombok Barat dengan supervisi Polda NTB. Ada kemungkinan kasus diambil alih Polda, setelah dilakukan gelar perkara bersama.

Baca juga: Imam Masjid Ditusuk Pengguna Narkoba saat Pimpin Salat Subuh

Polisi juga sudah meminta keterangan dari keluarga korban dan saksi yang pertama kali menemukan jasadnya.

"Kita dalami keterangan saksi-saksi, termasuk dari pihak keluarga," ucap Syarif.

Ponsel Korban Jadi Bukti Kunci

Salah satu barang bukti penting adalah ponsel Brigadir Esco yang masih terkunci. Karena tidak ada yang mengetahui password, bahkan istrinya sekalipun, Polda NTB meminta bantuan Bareskrim Polri untuk membukanya.

"(Handphone) sedang proses ke Bareskrim karena terkunci dan tidak ada yang tahu kuncinya," jelas Syarif.

Data komunikasi di dalamnya diyakini bisa mengungkap petunjuk penting terkait kasus ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU