INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk sebuah badan industri mineral baru yang bertugas mengawasi pengembangan logam tanah jarang dan bahan radioaktif.
Pembentukan badan ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Industri Mineral, Brian Yuliarto, pada Senin (25/8/2025).
“Badan ini akan mengelola material strategis yang berkaitan dengan industri pertahanan," ujar Brian yang juga menjabat sebagai Menteri Pendidikan Tinggi.
"Material tersebut sangat penting untuk menjaga kedaulatan bangsa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tambahnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Anugerahi 141 Tokoh Tanda Jasa dan Kehormatan, dari Dasco hingga Puan Maharani
Fokus pada Logam Tanah Jarang dan Mineral Strategis
Brian menjelaskan, logam tanah jarang kerap ditemukan sebagai produk sampingan dari pengolahan mineral seperti nikel dan timah.
Saat ini, Indonesia tengah berupaya mengolah logam tanah jarang yang terdapat dalam bijih timah, salah satunya Monasit.
Indonesia sendiri memiliki cadangan besar berbagai mineral, termasuk elemen logam tanah jarang.
Baca juga: Kebingunan Soal Pengembangan Logam Tanah Jarang, Luhut: Kita Juga Dilematis
Potensi ini semakin menguatkan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen utama timah dan nikel di dunia.
Dengan adanya badan industri mineral baru ini, pemerintah berharap pengelolaan logam tanah jarang dan mineral strategis lainnya bisa lebih terarah.
Selain memperkuat industri pertahanan, langkah ini juga diharapkan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters