Langkah Penuh Doa, Emak-emak Kirab Bendera Merah Putih Raksasa Sepanjang 180 Meter di Parepare
INDOZONE.ID - Ada yang berbeda dalam semarak HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Tampak ratusan emak-emak yang tergabung dalam Majelis Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) menggelar kirab bendera Merah Putih raksasa sepanjang 180 meter dengan lebar 2,4 meter, Sabtu (16/8/2025).
Dengan langkah penuh semangat, mereka menempuh rute 7 kilometer dari Masjid Terapung BJ Habibie hingga Rumah Jabatan Wali Kota Parepare.
Suara salawat menggema, berpadu tabuhan rebana. Jalanan berubah menjadi panggung kebersamaan, di mana nasionalisme dan religiusitas berjalan beriringan.
Di barisan depan, Sri Tanty Nasrah, Ketua IPHI Parepare sekaligus istri Wakil Wali Kota Hermanto, ikut berjalan tanpa kenal lelah. Meski harus melewati tanjakan, ia memilih menyatu bersama barisan. “Inilah wujud kontribusi kami menyambut kemerdekaan,” ucapnya.
Dia mengatakan, panjang bendera 180 meter punya arti khusus. Angka 1 melambangkan persatuan, sedangkan 80 adalah usia kemerdekaan RI. “Kami ingin kirab ini bukan sekadar pawai, tapi penuh makna,” ucapnya.
Baca juga: Semarak HUT ke-80 RI: Pemprov DKI Gelar Upacara dan Pesta Rakyat di Jakarta
Dari Tangan Seorang Penjahit
Yang membuat kirab ini semakin istimewa adalah cerita di balik bendera raksasa itu. Ia lahir dari tangan seorang anggota IPHI, Hj. Mirna, warga Perumnas Bacukiki. Dengan mesin jahit sederhana, Mirna menyatukan 10 potong kain merah-putih hanya dalam dua hari.
“Biasanya saya menjahit bendera ukuran biasa. Tapi ini pertama kali sepanjang ini. Melipatnya saja butuh ruang besar. Meski sulit, ada kebanggaan tersendiri,” kata Mirna sambil tersenyum.
Bagi Mirna, setiap jahitan adalah doa, setiap lipatan adalah pengingat bahwa Merah Putih bukan sekadar simbol, melainkan napas perjuangan.
Disambut di Rujab Wali Kota
Langkah demi langkah akhirnya membawa rombongan tiba di halaman Rumah Jabatan Wali Kota. Di sana, Tasming Hamid, Wali Kota Parepare, bersama Wakil Wali Kota Hermanto dan Ketua TP PKK, dr. Andi Arfiah Tasming, menyambut hangat.
Tasming menatap kagum bendera raksasa itu. “Ini kegiatan yang unik, patriotik sekaligus religius. Salawat sambil mengarak Merah Putih, insyaallah membawa keberkahan bagi Parepare,” ujarnya.
Baca juga: Bupati Aceh Tengah Kukuhkan Paskibraka 2025, Siap Bertugas di HUT RI ke-80
Lebih dari Sekadar Seremoni
Kirab IPHI bukan hanya parade bendera. Ia adalah cerita tentang ibu-ibu yang melangkah bersama, tentang makna angka 180 yang dijahit dalam kain, dan tentang doa yang tak henti dipanjatkan sepanjang perjalanan.
Di hari kemerdekaan ke-80 ini, Parepare mengingatkan nasionalisme bisa hadir dari tangan seorang penjahit, dari suara salawat yang menggema, hingga langkah-langkah sederhana yang penuh cinta tanah air.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@tasminghamid