Selasa, 12 AGUSTUS 2025 • 10:15 WIB

Indonesia Jadi Negara Pertama di Asia Tenggara yang Menempatkan Rudal Balistik Modern

Author

Sistem rudal balistik KHAN. (Dok. Roketsan)

INDOZONE.ID - Penempatan sistem rudal balistik jarak pendek buatan Turki di Ibu Kota Negara (IKN), menjadi hal strategis Indonesia yang berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan militer di Asia Tenggara.

Sebelumnya, tidak ada negara di Asia Tenggara yang memiliki rudal balistik modern yang siap digunakan.

Indonesia kini memiliki kemampuan serangan cepat dan presisi, yang dapat memengaruhi pertahanan dan pencegahan konflik.

Keputusan ini berkaitan erat dengan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, dan meningkatnya ketegangan di Laut Cina Selatan.

Perubahan tersebut menunjukkan, Indonesia tidak lagi hanya fokus pada pertahanan yang pasif, tetapi juga mengedepankan pencegahan yang lebih responsif terhadap ancaman.

Baca juga: Melihat Perbandingan Kekuatan Militer Thailand Vs Kamboja, Siapa yang Lebih Unggul?

Arah Geopolitik Indonesia

Secara geopolitik, penempatan rudal ini menandai pergeseran Indonesia dari ketergantungan pada negara-negara Barat.

Pemilihan Kalimantan Timur sebagai lokasi pertama memiliki alasan kuat. Wilayah ini relatif aman dari ancaman langsung, serta merupakan lokasi Ibu Kota Negara Nusantara.

Hal ini menjadikannya ideal untuk menempatkan sistem pertahanan yang mampu melindungi kepentingan nasional dan pusat pemerintahan baru.

Mengenal Rudal Balistik KHAN

Sistem Rudal Balistik KHAN. (Dok. CNA)

Rudal KHAN adalah produk dari Roketsan, perusahaan pertahanan asal Turki, dengan jangkauan hingga 280 kilometer.

Keberadaan rudal ini di Indonesia pertama kali terungkap melalui foto-foto yang beredar di media sosial, diambil di pangkalan Raipur A Yonarmed 18, Tenggarong, Kalimantan Timur.

Rudal balistik merupakan senjata yang diluncurkan dengan roket dan dapat membawa hulu ledak nuklir atau konvesional.

Baca juga: Pentagon Baru Ngaku Rudal Iran Hantam Pangkalan Udara AS di Qatar

Dengan jangkauan yang dimilikinya, rudal KHAN mampu menjangkau wilayah maritim, termasuk area yang masih menjadi sengketa di Asia Tenggara.

Indonesia memesan sistem rudal KHAN pada November 2022 dan menjadi negara pertama di luar Turki yang mengoperasikannya.

Hal ini pernah disampaikan oleh Wakil Direktur Jenderal Roketsan, Murat Kurtulus, saat pengumuman kontrak pembelian.

Konfirmasi dari Pihak Militer

Juru Bicara TNI Angkatan Darat, Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana, membenarkan adanya pengiriman rudal KHAN dari Turki.

Ia menjelaskan bahwa pengiriman tersebut merupakan bagian dari batch pertama yang dibeli Kementerian Pertahanan dan belum secara resmi diserahkan ke TNI AD.

Baca juga: Profil dan Karier Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Panglima TNI Pertama Setelah 25 Tahun

Meski begitu, ia tidak memberikan rincian jumlah rudal yang dibeli maupun lokasi pasti penempatannya.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang, mengatakan pihaknya belum menerima pembaruan informasi terkait status operasional rudal tersebut.

Memicu Perlombaan Senjata di ASEAN

Misil artileri jarak jauh Khan yang dipamerkan selama Indo Defense Expo di Jakarta, Indonesia. (AA Photo)

Analis pertahanan Janes yang berbasis di Singapura, Ridzwan Rahmat, menilai keputusan Indonesia ini dapat memicu negara-negara ASEAN untuk meninjau kembali kemampuan rudal dan pertahanan udara mereka.

Selama ini, negara-negara Asia Tenggara cenderung menghindari pembelian rudal balistik modern karena dianggap terlalu ofensif.

Namun, keputusan Indonesia dapat mengubah pandangan tersebut dan membuka jalan bagi perlombaan alutsista di kawasan Asia Tenggara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Defence Blog

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU