INDOZONE.ID - Empat prajurit TNI memukau ribuan penonton dengan membentangkan spanduk raksasa bergambar Presiden Prabowo Subianto saat terjun payung di Pusdiklatpassus TNI AD, Batujajar, Jawa Barat.
Aksi ini bagian dari Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer, Minggu (10/8/2025).
Dari ketinggian ribuan kaki, empat prajurit TNI melompat keluar dari pesawat, membentuk formasi sempurna, lalu membentangkan spanduk besar bergambar Presiden RI Prabowo Subianto.
Spanduk raksasa itu berkibar gagah di udara, disaksikan langsung oleh jajaran TNI, pejabat negara, hingga masyarakat yang memadati area Pusdiklatpassus Kopassus.
Atraksi ini menjadi highlight dalam rangkaian upacara yang juga diisi pelantikan Wakil Panglima TNI dan tiga Panglima Pasukan Elite oleh Presiden Prabowo.
Baca juga: Presiden Prabowo Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi 5,12 persen, Unggul di G20 dan ASEAN
Dalam amanatnya, Presiden menegaskan keyakinannya bahwa NKRI tidak akan pernah bisa ditaklukkan.
“Daripada dijajah kembali, lebih baik kita mati,” tegas Prabowo, menekankan semangat perlawanan seluruh rakyat jika kedaulatan Indonesia terancam dilihat dari YouTube Puspen TNI.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Siapkan Pulau Galang untuk Pengobatan 2 Ribu Warga Gaza
Ia menjelaskan bahwa strategi pertahanan defensif tidak hanya terfokus di perbatasan, tetapi menyebar hingga ke setiap desa, lembah, dan gunung di seluruh nusantara.
“Kalau kita mempertahankan tiap kampung, tiap dukuh, tiap lembah, tiap gunung... saudara-saudara kita tidak bisa ditaklukkan,” ujar Presiden.
Kepala Negara juga memuji sejumlah tokoh sipil yang hadir dengan mengenakan seragam loreng TNI lengkap dengan baret. Baginya, itu simbol keterlibatan dalam Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).
“Mereka pakai seragam sebagai tanda mereka ingin terlibat mempertaruhkan diri bersama-sama seluruh rakyat Indonesia,” kata Presiden Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Puspen TNI