Jumat, 08 AGUSTUS 2025 • 16:00 WIB

Bendera 'One Piece' Ramai Dikibarkan sebagai Bentuk Protes Mahasiswa dan Seniman di Indonesia

Author

Kemas Muhammad Firdaus, 28 tahun, melukis mural yang menggambarkan Jolly Roger dari serial anime dan manga populer Jepang One Piece di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia, 7 Agustus 2025. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

INDOZONE.ID - Di tengah teriknya siang hari, seniman mural asal Bekasi, Kemas Muhammad Firdaus, 28 tahun, berdiri di depan dinding bata di sebuah lahan kosong.

Dengan cat semprot, ia melukis tengkorak ber-topi jerami dengan latar belakang hitam, ikon bajak laut dari serial manga populer Jepang One Piece.

Selama sebulan terakhir, simbol tersebut ramai digunakan mahasiswa dan aktivis di berbagai daerah di Indonesia, sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah.

Baca juga: Warga Dukuh Temulawak Sleman Kecewa Diminta Hapus Mural One Piece, Bhabinkamtibmas Ini Siap Fasilitasi Kreavitas Seni Ketimbang Vandalisme

Fenomena ini mencuat menjelang peringatan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus. Ikon yang identik dengan karakter Monkey D. Luffy itu, menjadi simbol ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi sosial dan politik di Indonesia.

Beberapa pejabat menanggapi keras penggunaan lambang tersebut. Seorang anggota DPR bahkan menyebutnya menyerupai tindakan pengkhianatan.

Sementara itu, juru bicara Kantor Presiden Prabowo Subianto menegaskan, kebebasan berekspresi tetap dihormati, namun pengibaran bendera One Piece berdampingan dengan Merah Putih dinilai berpotensi menodai simbol negara.

Pesan Protes dari Jalanan hingga Media Sosial 

Kemas Muhammad Firdaus, 28 tahun, melukis mural yang menggambarkan Jolly Roger dari serial anime dan manga populer Jepang One Piece di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia, 7 Agustus 2025. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Kemas mengaku, melukis lambang bajak laut itu sebagai bentuk protes terhadap maraknya korupsi dan tingginya angka pengangguran di Indonesia.

“Banyak orang mengibarkan bendera One Piece agar pemerintah mau mendengarkan mereka,” ujarnya sambil menambahkan elemen desain dari logo resmi HUT ke-80 RI pada muralnya.

Fenomena ini tidak hanya terlihat di jalanan, tetapi juga berdampak pada penjualan. Dendi Christanto, penjual bendera di Karanganyar, Jawa Tengah, mengatakan pesanan bendera One Piece melonjak dalam satu bulan terakhir.

Baca juga: Mural One Piece Bergambar Merah Putih di Dukuh Temulawak Sleman Dihapus Hari Ini , Dukuh : "Mereka Cuma Iseng"

Di media sosial, gambar dan video pengibaran bendera ini menjadi viral.

Popularitasnya mengikuti gelombang protes mahasiswa pada Februari lalu yang menentang pemotongan anggaran dan kebijakan lain, termasuk meningkatnya peran militer dalam kehidupan sipil. Gerakan ini dikenal dengan sebutan 'Indonesia Gelap'.

Respons Pemerintah

Kemas Muhammad Firdaus, 28 tahun, berjalan melewati mural yang menggambarkan Jolly Roger dari serial anime dan manga populer Jepang One Piece di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia, 7 Agustus 2025. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Indonesia memiliki sejarah yang panjang soal gerakan mahasiswa yang sering kali menjadi penggerak perubahan, meski terkadang berujung pada kekerasan.

Pada 1998, aksi menentang korupsi, krisis pangan, dan pengangguran massal berakhir dengan kerusuhan besar di bulan Mei, sekaligus mengakhiri pemerintahan Presiden Soeharto setelah puluhan tahun berkuasa.

Baca juga: Viral Mural One Piece di Jalan Setapak Gamping Sleman, Polisi dan Kelurahan Balecatur Masih Tunggu Arahan

Minggu ini, sejumlah aparat di Jawa Timur menyita beberapa bendera One Piece. Amnesty International mengecam hal tersebut sebagai tindakan yang berlebihan.

“Mereka tidak perlu menuduh kami memecah belah Indonesia, itu salah. Ini hanya seni,” kata Kemas.

Juru bicara Kantor Presiden Prabowo menegaskan, pemerintah tidak pernah memerintahkan penyitaan bendera One Piece tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU