2 Ribu Inovasi Layanan Publik Lolos Final KIPP 2025, Berpotensi Diadopsi Jadi Kebijakan Nasional
INDOZONE.ID - Sebanyak 2.116 inovasi pelayanan publik telah berhasil lolos tahap seleksi administratif dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025.
Inovasi ini berasal dari 339 lembaga pemerintah pusat dan daerah, BUMN, serta BUMD yang turut ambil bagian dalam ajang tahunan bergengsi tersebut.
Seluruh inovasi yang dinyatakan lolos kemudian diserahkan kepada Tim Evaluasi (TE) yang terdiri dari para ahli dan akademisi dari sepuluh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.
Baca juga: Kebakaran Hanguskan Rumah Kontrakan di Jaktim, Wanita Idap Stroke Tewas Terjebak!
Penilaian dilakukan menyeluruh berdasarkan indikator dalam Pedoman Menteri PANRB No. 4 Tahun 2025.
Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Otok Kuswandaru, mengungkapkan apresiasi atas dedikasi para evaluator.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada TE, karena Bapak/ibu bukan hanya menjadi perwakilan dari berbagai perguruan tinggi masing-masing, tetapi juga membawa semangat keilmuan dan dedikasi yang luar biasa untuk inovasi pelayanan publik,” kata Otok dalam Sidang Pleno TE yang digelar daring, Senin (14/7/2025).
Baca juga: Banyuwangi Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi 184 Ribu Pelajar
Evaluasi dilakukan sejak 30 Juni hingga 13 Juli 2025, di bawah pendampingan Tim Sekretariat KIPP. Setiap tim kecil telah melakukan konsolidasi nilai sebelum pleno, dengan proses penilaian yang mengutamakan akuntabilitas dan peer review yang ketat.
Dua kategori finalis ditetapkan, yaitu Finalis Inovasi Pelayanan Publik Kelompok Umum dan Finalis Kelompok Replikasi.
Nilai ambang batas kelulusan ditetapkan minimal 85, dengan nilai lebih pada inovasi yang telah terbukti direplikasi.
KIPP, menurut Menteri PANRB, bukan sekadar lomba ide, tetapi alat kebijakan untuk memperkuat ekosistem inovasi yang berdampak nyata di berbagai bidang layanan publik.
Baca juga: Seorang Pria Ditemukan Membusuk di Kamar Kontrakan di Jelambar
Inovasi yang dikembangkan diharapkan dapat diimplementasikan lebih luas dan menjadi model nasional.
"Bu Menteri berpesan agar KIPP menjadi bukti bahwa inovasi itu tidak hanya bisa dilakukan di satu tempat saja, tapi bisa di-scaling up secara luas di seluruh Indonesia dan bisa diterapkan secara lebih luas sebagai kebijakan nasional," ujar Otok.
Dalam sidang pleno, setiap tim kecil memaparkan hasil seleksi inovasi terbaik mereka. Acara ditutup dengan penandatanganan Berita Acara oleh Ketua TE KIPP 2025, Fadillah Amin, dan penyerahan daftar finalis kepada Ketua Tim Sekretariat KIPP, Otok Kuswandaru.
Baca juga: Dekat Ka’bah! Kampung Haji Indonesia Berjarak 400 dari Masjidil Haram
Seluruh finalis akan menghadapi tahap penilaian kelayakan ekspansi (scaling up) oleh Tim Panel Independen (TPI) dan penilaian publik pada 21–23 Juli 2025. Evaluasi ini menjadi penentu utama arah kebijakan berbasis inovasi ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Menpan.go.id