Rabu, 09 JULI 2025 • 19:26 WIB

300 Perempuan Banyuwangi Dilatih Ubah Lahan Terbengkalai Jadi Kebun Produktif

Author

Didukung Denmark dan Wahid Foundation, Ratusan Perempuan Banyuwangi Diedukasi Manfaatkan Lahan Tidak Produktif

INDOZONE.ID - Wahid Foundation bekerja sama dengan Pemerintah Denmark meluncurkan program khusus untuk memberdayakan 300 perempuan Banyuwangi agar mampu mengolah lahan tidak produktif menjadi kebun agroforestry. 

Program ini menjadi bagian dari respons lokal terhadap ancaman perubahan iklim global. Kegiatan ini secara resmi dimulai pada 8 Juli 2025 di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. 

Peluncuran dilakukan langsung oleh Duta Besar Denmark untuk Indonesia dan kawasan ASEAN, H.E. Sten Frimodt Nielsen. Hadir pula Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dan Direktur Wahid Foundation, Siti Kholisoh.

Baca juga: Hadiri Penanaman Jagung Serentak, Wakil Ketua DPRK: Jaga Keberlanjutan dan Kesinambungannya

Program ini membawa misi edukasi lingkungan melalui proyek WE CARE (Women Empowering Communities Against Rising Environmental Threats). 

Selain memperkuat ketahanan pangan, program ini juga mempromosikan peran aktif perempuan dalam pembangunan berkelanjutan.

Penanaman 300 bibit pohon petai dan alpukat di lahan bekas tambang pasir seluas 3 hektare menjadi simbol awal program. 

Lahan tersebut kini disiapkan menjadi wanatani atau agroforestry terpadu yang dapat meningkatkan ketahanan ekologi dan ekonomi warga.

Baca juga: Revisi UU Pemerintahan Aceh, Muhammadiyah Dorong Implementasi Syariat dan Kemandirian Ekonomi

“Krisis iklim telah memengaruhi kehidupan kita dari gagal panen, banjir, hingga kerusakan lingkungan. Kami percaya bahwa solusi berbasis kearifan lokal sangat penting untuk menjawab tantangan ini secara efektif,” kata H.E. Sten Frimodt Nielsen dalam sambutannya.

Ia juga menekankan pentingnya melibatkan perempuan dalam proses mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

“Kami akan mengedukasi bagaimana lahan tidak produktif ini menjadi pertanian terpadu yang mendukung ketahanan pangan dan melibatkan perempuan dalam posisi yang strategis,” tambah Nielsen.

Siti Kholisoh menjelaskan bahwa perempuan peserta berasal dari tiga desa yakni Bangsring, Grajagan, dan Barurejo. 

Baca juga: Usai Tampil di HUT Bhayangkara, Minat Anak-anak di Indramayu Jadi Pocil Tinggi

Mereka akan didampingi oleh tim dari perguruan tinggi mitra untuk mendapatkan pelatihan menyeluruh dari awal hingga masa panen.

“Dalam mengelola lahan tersebut, para perempuan akan didampingi oleh perguruan tinggi yang menjadi mitra. Mulai dari pembibitan, hingga budidaya dan panen. Program ini akan berlangsung sampai September 2025,” ujarnya.

Program ini tak hanya berhenti pada pengelolaan kebun, namun juga mencakup Eco Space, yaitu pelatihan untuk membuat pupuk organik dari sampah rumah tangga dan limbah peternakan, serta pengembangan kebun sayur dan ternak kecil.

“Tujuan program ini untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi bagi keluarga,” tambah Siti Kholisoh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemkab Banyuwangi

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU