Kronologi 2 Mahasiswa KKN UGM Meninggal Dunia karena Longboat Terbalik di Perairan Maluku Tenggara
INDOZONE.ID - Kabar dukacita datang dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebab, dua mahasiswa UGM meninggal dunia karena longboat terbalik di Perairan Maluku Tenggara.
Kejadian ini bermula dari longboat, yang membuat rombongan KKN UGM, teridiri dari tujuh mahasiswa, dan lima warga lokal, bertolak dari Desa Debut menuju Pulau Wahr, pada Selasa 1 Juli 2025.
Rombongan KKN itu berniat mengambil pasir di Pulau Wahru untuk program Revitalisasi Terumbu Karang dengan metode Artificial Patch Reef (APR).
Namun, dalam perjalanan kembali, longboat terbalik karena gelombang tinggi dan angin kencang. Karena kejadian itu, ada dua mahasiswa UGM meninggal dunia.
Baca juga: Ekowisata Raja Ampat Terancam Tambang, Pakar UGM Desak Penegakan Hukum Lingkungan
Septian Eka Rahmadi, mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi, meninggal dunia setelah kejadian.
Selain Septian, Bagus Adi Prayogo, mahasiswa Program Sarjana Fakultas Kehutanan UGM, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 23.00 WIT usai sempat hilang setelah kejadian.
Lalu, korban selamat terdiri dari Daeren Sakti Hermanu, Muhammad Arva Sagraha, Ridwan Rahardian Wijaya, Afifudin Baliya Pratista Halimawan, Maikel Letsoin (28), Marvel Letsoin (26), Mikel Mipuka (27), Atin Letsoin (16), serta Penus Letsoin (27).
Dukacita UGM
Menanggapi kejadian nahas ini, pihak kampus pun buka suara melalui Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM, Rustamadji.
Dia menegaskan, UGM begitu kehilangan Septian dan Bagus yang dikenal sebagai mahasiswa muda penuh potensi.
"Kami kehilangan sosok muda yang penuh potensi dan semangat. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga diberi ketabahan," ujar Rustamadji, Rabu (2/7/2025).
Baca juga: Update Kasus Laporan Jokowi Soal Ijazah Palsu, Pihak SMA Hingga UGM Diperiksa Polda Metro
“Kami sangat kehilangan. Bagus adalah mahasiswa yang aktif, peduli terhadap lingkungan, dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam setiap kegiatan pengabdian. Semoga Almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” tambahnya.
SAR Ambon Sebut Pemulangan Jenazah Tanggung Jawab Keluarga
Sementara itu, perihal pemulangan jenazah kedua korban, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ambon, Maluku Muhamad Arafah, pun buka suara.
Ia menyatakan, pemulangan jenazah dua mahasiswa UGM itu menjadi tanggung jawab pihak keluarga korban.
"Tim gabungan telah melaksanakan tugas operasi SAR dan evakuasi hingga jasad dua mahasiswa UGM, yakni Septian Eka Rahmadi dan Bagus Adi Prayogo yang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di Maluku mengalami kecelakaan laut dan meninggal diserahkan ke rumah sakit di Langgur," kata Muhamad Arafah di Ambon.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara, Ugm.ac.id