Senin, 30 JUNI 2025 • 20:13 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di Jalur Gumitir, Polisi Terapkan Sistem Buka-Tutup

Author

Longsor di sisi jalan Jalur Gumitir (dok. relawan gumitir)

INDOZONE.ID - Hujan deras yang mengguyur wilayah Jember selama dua hari berturut-turut memicu terjadinya tanah longsor di Jalur Nasional III Banyuwangi, Jember, tepatnya di KM 37, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, pada Minggu malam (29/6/2025) sekitar pukul 21.15 WIB.

Longsor terjadi di tepi jalan dan langsung berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di jalur penghubung antar kabupaten tersebut.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil, pihak kepolisian segera bergerak cepat melakukan mitigasi untuk mencegah dampak lebih besar.

Kepala Unit KBO Satlantas Polres Jember, Ipda Robert Evan, mengatakan bahwa pihaknya segera berkoordinasi untuk menangani hambatan lalu lintas di lokasi kejadian. Ia menyebutkan, petugas dari Polsek Sempolan (Silo) bersama lima relawan Gumitir langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan asesmen terkait dampak bencana longsor.

Sebagai langkah antisipatif, petugas menerapkan sistem buka-tutup arus lalu lintas guna menghindari risiko longsor susulan dan mencegah pelebaran area terdampak.

"Memang benar terjadi longsor. Kemudian diberlakukan sistem buka-tutup arus di titik longsor itu. Karena jika tidak, longsoran bisa semakin melebar," ujar Robert saat dikonfirmasi di Satlantas Polres Jember, Senin (30/6/2025).

Baca juga: Update Korban Tewas Longsor Tambang Cirebon Jadi 21 Orang, 4 Korban Masih Dicari

Ia menambahkan, seluruh jenis kendaraan masih diperbolehkan melintas, meskipun harus bergantian.

"Kendaraan besar, seperti truk roda enam ke atas, masih diperkenankan lewat, tapi secara bergantian dengan sistem buka-tutup. Intinya, jalur tetap bisa dilalui," tambahnya.

Longsor jalan Jalur Gumitir (dok. relawan gumitir)

Robert juga menjelaskan bahwa penanganan lalu lintas saat ini tidak melibatkan tambahan personel dari Satlantas, melainkan hanya petugas dari Polsek Sempolan dan relawan Gumitir.

"Untuk sementara, tidak ada penambahan personel khusus dari Satlantas. Penanganan dibantu oleh rekan-rekan dari Polsek dan para relawan," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menduga penyebab longsor adalah curah hujan yang tinggi dalam dua hari terakhir, ditambah kurangnya sistem penahan tanah di lereng tebing yang menyebabkan material longsor turun ke sisi jalan.

Baca juga: Satu Keluarga Tewas Tertimbun Longsor di Garut, Seluruh Korban Sudah Dimakamkan

"Kalau tidak diberlakukan buka-tutup, longsor bisa melebar dan mengikis badan jalan. Ini sangat membahayakan kendaraan yang lewat," jelas Robert.

Hingga Senin pagi (30/6/2025), sistem buka-tutup masih diterapkan untuk menjaga kestabilan tanah sekaligus mendukung proses perbaikan jalan yang terdampak longsor.

"Kami mengimbau pengendara agar tetap waspada saat melintasi jalur ini dan mengikuti arahan petugas di lapangan," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU