Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 13 JULI 2024 • 11:12 WIB

Bareskrim Sebut Tren Peredaran Narkoba di Tanah Air Balik ke Era 2000-an

Bareskrim Sebut Tren Peredaran Narkoba di Tanah Air Balik ke Era 2000-anIlustrasi narkoba

INDOZONE.ID - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menyebut, tren peredaran narkoba di Indonesia bergeser. Kini, tren peredaran narkoba kembali ke masa 2000-an.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba Polri, Brigjen Pol Mukti Juharsa.

Dia menyebut, sekarang marak laboratorium (clandestine lab atau lab rumahan) yang memproduksi narkoba, seperti era 2000-an.

Bareskrim Sebut Tren Peredaran Narkoba di Tanah Air Balik ke Era 2000-anIlustrasi narkoba.

"Memang dari tahun 2000-an yang lebih happening adalah memproduksi atau membuat clandestine lab di daerah Indonesia, baik itu ekstasi maupun sabu," kata Brigjen Mukti kepada wartawan, Sabtu (13/7/2024).

Baca Juga: Ambil Paket Narkoba di Kantor Ekspedisi Pengiriman, Tiga Pria Ambon Diamankan Polisi

Kendati demikian, modul laboratorium narkotika ini sudah terendus oleh pihak kepolisian. Bahkan, sudah dibongkar hingga ditangkap para pelakunya.

Oleh karena itu, sindikat narkotika mengubah pola kerjanya. Ambil contoh, menggunakan cara menyelundupkan narkotika melalui jalur-jalur tikus.

"Yaitu, sabu berapa puluh ton dikirim ke Indonesia, barang jadi, ekstasi pun barang jadi, melalui pintu-pintu masuk jalur-jalur tikus di wilayah indonesia. Kalau resmikan Soetta, mereka keluar, Aceh, Riau, Batam, Jambi, nanti ujungnya di Lampung, Bakauheni, penyeberangan antara Pulau Sumatera, dan Jawa. Di Kalimantan pun demikian, dari Entikong sampai ke Kaltara, yaitu Sebatik," ungkapnya.

Baca Juga: Polda Metro Masih Buru DPO Narkoba di Parkiran RS Fatmawati

Lebih jauh, mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya ini menyebut, pola kejahatan ini sudah dibongkar oleh jajarannya, termasuk modus dari jaringan besar Fredy Pratama.

"Jadi sudah di era itu punah, ubah pola menjadi pengiriman. Sekarang, pola pengiriman sudah terdeteksi oleh polisi, jaringan-jaringan FP (Freddy Pratama) sudah terbongkar, wilayah timur dan wilayah barat, sehingga itu sudah terbacalah oleh polisi. Sekarang berubah, dengan modus baru kembali ke awal 2000-an. Cuma caranya berbeda," pungkasnya.

Writer: Andika Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bareskrim Sebut Tren Peredaran Narkoba di Tanah Air Balik ke Era 2000-an

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!