Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 30 MEI 2024 • 10:14 WIB

Tempuh Jarak Papua-Jakarta 48 Jam, Suku Awyu dan Suki Moi Minta Keadilan karena Perusahaan Kelapa Sawit

Tempuh Jarak Papua-Jakarta 48 Jam, Suku Awyu dan Suki Moi Minta Keadilan karena Perusahaan Kelapa SawitPara perwakilan Suku Awyu dan Suku Moi rela menempuh jarak Papua-Jakarta dengan berjalan kaki dan memakan waktu selama dua hari. (Instagram/wespeakup.org)

INDOZONE.ID - Dua perwakilan suku dari Papua berangkat ke Jakarta untuk meminta keadilan. Pasalnya ketenangan mereka dirusak dengan keberadaan kelapa sawit.

Suku Awyu dan Suku Moi merupakan suku di Papua yang masih memegang teguh ajaran adat istiadat. Kedua suku ini masih memanfaatkan alam untuk kesehariannya dan mayoritas mata pencahariannya meramu dan berburu.

Ironisnya, kedua suku ini semakin tidak nampak eksistensinya bahkan cenderung diremehkan. Hutan-hutan yang menjadi tempat tinggal dan sumber utama mata pencaharian mereka digunakan untuk perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Alhasil, perbuatan ini mengancam ketenangan mereka. Pasalnya, perusahaan kelapa sawit mulai menjamah hutan adat yang selama ini senantiasa mereka jaga.

Baca Juga: KKB Tembak Warga Sipil di Papua Hingga Tewas, Tepat Dibagian Dada!

Pada 27 Mei 2024 kemarin, para perwakilan Suku Awyu dan Suku Moi rela menempuh jarak Papua-Jakarta dengan berjalan kaki dan memakan waktu selama dua hari.

Berbalut pakaian adat dari masing-masing suku, mereka berusaha menyuarakan keadilan di depan gedung Mahkamah Agung dan untuk mempertahankan warisan nenek moyang dan identitas suku mereka.

Mereka ingin Mahkamah Agung mencabut izin perusahaan perkebunan kelapa sawit dan mengembalikan tanah milik mereka.

Hendrikus Woro selaku masyarakat Awyu mengatakan bahwa mereka merasa terancam dengan adanya investasi atau perusahaan perkebunan kelapa sawit. Menurutnya, hal ini adalah pelanggaran HAM karena perusahaan perkebunan kelapa sawit merampas hak-hal suku Awyu, mereka tidak membutuhkan uang karena hutan sudah bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.

Baca Juga: 2 Ekskavator dan 2 Truk Proyek Hangus Dibakar OTK di Papua, Pelaku Diburu Polisi!

Di sisi lain, Rikarda Maa selaku perwakilan perempuan suku Awyu mengatakan hal serupa, ia merasa terancam karena tidak memiliki sumber kehidupan lain selain dari alam yang mereka tempati, ia tidak terima tanah kelahirannya dirampas dan diambil tanpa izin.

Dengan adanya unjuk rasa yang penuh pengorbanan ini, semoga Suku Awyu dan Suku Moi bisa segera mendapatkan keadilan yang sesungguhnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/wespeakuporg

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tempuh Jarak Papua-Jakarta 48 Jam, Suku Awyu dan Suki Moi Minta Keadilan karena Perusahaan Kelapa Sawit

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!